Topang Pendidikan Tinggi di Pulau Sumbawa, PTS Minta Perhatian Pemprov NTB
Mataram (NTBSatu) – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Pulau Sumbawa, Provinsi NTB, menilai Pemprov belum sepenuhnya menunjukkan dukungan. Hingga saat ini, kalangan akademisi menilai belum ada peta jalan dan ruang dialog strategis yang secara khusus melibatkan perguruan tinggi dalam agenda pembangunan daerah.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menyebut, perguruan tinggi swasta selama ini justru menjadi tulang punggung perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.
Namun, ia menilai, capaian, gagasan, dan kontribusi belum terintegrasi kebijakan Pemprov NTB. Terutama dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia berbasis riset, inovasi, dan kemitraan pendidikan.
“Jujur saja, visi Gubernur Iqbal-Dinda ini masih ditunggu oleh perguruan tinggi swasta di NTB. Salah satu yang kami tunggu adalah arah umum kebijakan perguruan tinggi yang dikaitkan dengan NTB Makmur Mendunia,” jelasnya dalam podcast bersama NTBSatu, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, ia menegaskan, PTS selama ini justru menjadi penopang utama pendidikan tinggi di NTB, termasuk Pulau Sumbawa.
Minta Pemerintah Libatkan PTS
Dari sekitar 53 perguruan tinggi yang ada di NTB. Sebagian besar, merupakan perguruan tinggi swasta yang menampung lulusan SMA dan SMK sederajat di jumlah besar setiap tahun. Demikian, belum ada kebijakan daerah yang secara khusus melibatkan PTS sebagai mitra strategis pembangunan.
“Kalau kita bicara fakta, perguruan tinggi swasta itu jumlahnya jauh lebih banyak dan menampung mahasiswa paling besar. Tapi sampai hari ini, belum ada forum atau arah kebijakan yang secara khusus mengajak perguruan tinggi swasta duduk bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Sebagai contoh konkret, STKIP Taman Siswa Bima mampu menunjukkan kapasitas perguruan tinggi swasta di daerah. Kampus tersebut tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Pulau Sumbawa.
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, memiliki lebih dari 1.000 mahasiswa aktif dari enam program studi serta masuk peringkat kedua penerima hibah penelitian dan pengabdian masyarakat terbanyak di wilayah Bali–NTB.
“Kami di Bima ini kampus muda, tapi alhamdulillah secara riset dan pengabdian bisa bersaing di level Bali–NTB. Artinya, perguruan tinggi di daerah itu punya potensi besar kalau diberi ruang kolaborasi,” katanya.
Termasuk, kontribusi melalui kemitraan nasional sampai internasional, terlibat penguatan literasi yang melibatkan puluhan sekolah dan ratusan guru. Hal tersebut menurutnya, menjadi bukti PTS di Pulau Sumbawa memiliki peran nyata dalam peningkatan mutu pendidikan daerah.
“Kami tidak menuntut bantuan besar. Yang kami harapkan sederhana: ada komunikasi, ada pengakuan, dan ada kemauan pemerintah daerah untuk melibatkan perguruan tinggi dalam peta jalan pembangunan pendidikan,” tegasnya. (Alwi)



