Efek Relokasi Puskesmas Mataram: SDN 19 Dimerger, Kantor Lurah Barat Ikut Bergeser
Mataram (NTBSatu) – Rencana relokasi Puskesmas Mataram, memicu perombakan besar-besaran tata letak sejumlah aset pelayanan publik di Kota Mataram.
Kepastian pemindahan fasilitas kesehatan ini tidak hanya mengubah wajah pelayanan medis, tetapi juga berdampak pada penggabungan (merger) sekolah hingga pergeseran kantor kelurahan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan, Puskesmas Mataram yang semula berada di Jalan Catur Warga akan menempati gedung SDN 19 Mataram di Jalan H. Abdul Kadir Munsyi, Punia.
Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan telah merampungkan kajian teknis untuk menggabungkan SDN 19 Mataram ke SDN 15 Mataram yang lokasinya hanya terpaut beberapa meter.
Sekda Kota (Sekda) Mataram, H. Lalu Alwan Basri menjelaskan, segala persiapan sarana prasarana di sekolah penerima sudah pemerintah matangkan.
“Merger ini sudah diselesaikan hasil kajiannya oleh Dinas Pendidikan. Kedua sekolah itu bisa di-merger karena SD 15 sudah kita tambah rombel (rombongan belajar, red) dan sarana lainnya. Itu sebagai persiapan agar siswa SD 19 bisa kita tampung sepenuhnya di sana,” ujar Alwan di Mataram, Rabu, 7 Januari 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menyambut positif langkah ini. Menurutnya, kondisi gedung Puskesmas Mataram saat ini sudah tidak ideal untuk melayani pasien dalam jumlah besar.
“Pelayanan kami saat ini cukup terkendala dengan sempitnya bangunan. Kondisinya sangat krodit dengan kunjungan warga yang tinggi, ditambah lagi area parkir yang sempit sangat mengganggu kenyamanan. Makanya, Puskesmas Mataram memang butuh bangunan yang jauh lebih luas,” tegas dr. Emirald.
Kantor Lurah dan Perluasan Sekolah Legendaris
Efek domino dari perpindahan ini berlanjut pada penataan Kantor Lurah Mataram Barat. Gedung Puskesmas Mataram yang ditinggalkan nantinya tidak akan dibiarkan kosong, melainkan dialihfungsikan.
“Skenarionya, nanti Gedung Puskesmas Mataram di Jalan Catur Warga akan beralih fungsi menjadi Kantor Lurah Mataram Barat,” jelas Alwan Basri.
Lebih lanjut, Pemkot akan menyerahkan Kantor Lama Lurah Mataram Barat kepada Dinas Pendidikan guna memperluas area SDN 1 Mataram, sebuah sekolah legendaris yang lokasinya berhimpitan.
“SD 1 ini salah satu sekolah legendaris kita. Tapi karena sekarang dia menghadap Jalan Bougenville, ke depan akan kita ubah agar bisa menghadap ke Jalan Catur Warga. Kami sudah mulai membebaskan lahan di pojok dekat kantor lurah untuk mendukung perluasan ini,” tambah Sekda.
Pemkot Mataram menargetkan, seluruh rangkaian relokasi dan penataan aset ini dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang. (*)



