BERITA NASIONALTrending

Warganet Murka, Polisi Diduga Tembakkan Gas Air Mata Kedaluwarsa ke Arah Massa Aksi

Mataram (NTBSatu) – Aparat kepolisian kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa saat membubarkan aksi demonstrasi di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025.

Dugaan itu muncul setelah masyarakat menemukan bungkus gas air mata bertuliskan, “Tear Gas Shell, Exp: April 2023,” demikian tertulis di bungkus gas air mata tersebut.

Video yang memperlihatkan temuan tersebut diunggah akun TikTok @officialtirtoid. Dalam waktu singkat, unggahan itu menarik perhatian warganet hingga mendapat puluhan ribu tanda suka dan ribuan komentar.

Penemuan selongsong gas air mata kedaluwarsa memicu beragam reaksi warganet. Banyak pengguna media sosial menyoroti bahaya penggunaan gas air mata yang sudah melewati masa pakai.

Sebagian besar mengungkapkan kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dari penggunaan gas yang sudah melewati masa berlaku.

IKLAN

“Kalau kadaluwarsa itu efeknya jadi racun yang membahayakan,” ungkap akun @bos57012.

Komentar lain juga menyinggung bahaya zat kimia yang terkandung dalam gas tersebut.

“Penggunaan gas air mata kadaluwarsa justru berpotensi lebih berbahaya karena komponen kimianya dapat terurai menjadi gas yang lebih beracun. Seperti sianida dan fosgen, yang dapat menyebabkan iritasi berat, gangguan pernafasan, gangguan jantung, bahkan kebutaan, seperti yang Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) laporkan,” tambah akun @_vaniy3.

Tidak sedikit warganet yang menuntut investigasi menyeluruh bahkan hingga ke lembaga internasional.

“Harus usut tuntas, laporkan ke PBB. Jangan lapor di hukum nasional, tapi langsung internasional,” komentar akun @ridho.fitriyansya.

IKLAN

Curiga Penyalahgunaan Anggaran

Selain itu, publik juga menaruh curiga terhadap anggaran pembelian gas air mata baru. Beberapa komentar menyebut adanya potensi penyalahgunaan dana.

“Kalau gas air mata kadaluwarsa yang aparat pakai berarti anggaran untuk beli yang baru masuk ke kantong siapa,” tulis akun @agustinushutabalian22.

Warganet lain juga menyuarakan kecurigaan serupa. “Lah kadaluwarsa? Anggaran tiap tahun ada, salah tidak sih kalau mikir dikorupsi,” tambah akun @seroja.advtr.

Kontroversi ini semakin memanaskan perdebatan publik mengenai transparansi penggunaan anggaran serta standar operasional kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi.

Sebagai informasi, aparat beberapa kali menembakkan gas air mata ke arah massa yang kembali bergerak menuju Jalan Asia Afrika sekitar pukul 18.00 WIB.

Tindakan itu membuat kerumunan mundur ke arah Bundaran Senayan. Setelah situasi mereda, aparat menangkap sekitar lima orang pendemo. (*)

Berita Terkait

Back to top button