Warga Jombang Protes Pajak Naik 400 Persen dengan Bayar Pakai Koin dari Celengan Anak, Warganet Ikut Geram

Penjelasan Bapenda Jombang
Kepala Bapenda Jombang, Hartono memberikan penjelasan, kenaikan PBB-P2 terjadi setelah pembaruan data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada 2023. Perubahan NJOP ini berdampak pada penyesuaian nominal pajak yang harus warga bayar.
Aksi Fattah mendapat sorotan luas warganet. Banyak yang menilai kebijakan ini semakin menekan rakyat kecil. “Rakyat kecil semakin dimiskinkan kalau seperti ini caranya,” komentar akun @nugraha_sptra.
Bahkan, beberapa komentar mengaitkan hal ini dengan kondisi pemerintahan saat ini. “Pemerintahan era Prabowo paling buruk di sepanjang sejarah Indonesia. Belum genap 1 tahun kepemimpinannya tidak sedikit rakyat Indonesia menjerit dengan kebijakan yang dibuat. Ini pak Prabowo harus bisa mengubah sistem kepemimpinannya kalau tidak Indonesia pasti akan kacau,” tulis akun @rizal_mustaim.
Fenomena protes PBB ini tidak hanya terjadi di Jombang. Sebelumnya, Pati, Jawa Tengah, juga mengalami aksi serupa dan kini gelombang protes mulai menjalar ke berbagai daerah.
Warganet menyerukan perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai memberatkan. Komentar-komentar seperti, “Ayo Jombang bergerak, Revolusi, Lawan, Rakyat Jombang harus melawan,” terus menggema di kolom komentar.
Aksi unik Fattah tidak hanya menjadi simbol kekecewaan warga terhadap kenaikan pajak, tetapi juga menggambarkan kondisi ekonomi rakyat kecil yang semakin tertekan. (*)