Ekonomi Bisnis

DJP Nusra Sasar Potensi Pajak Menggiurkan dari Petani Tembakau di NTB

Potensi Pajak Sektor Pertanian

Selama dua bulan terakhir, DJP Wilayah Nusra telah melakukan pemetaan sektor-sektor berpotensi tinggi, dan pertanian menjadi salah satu sorotan utama. Ditemukan pula pelaku usaha dengan omzet harian mencapai Rp10 juta, setara Rp3 miliar per tahun yang selama ini belum terdata sebagai wajib pajak.

“Ini bukan UMKM biasa. Kalau omzet sudah miliaran, seharusnya sudah terdaftar dan berkontribusi sebagai wajib pajak,” tegas Samon.

Di samping pertanian, DJP juga memantau sektor perdagangan dan jasa yang punya kontribusi besar tapi belum tergali optimal. Namun, sektor pertanian tetap menonjol karena besarnya potensi dan cakupan wilayah di NTB dan NTT.

Samon menekankan, akurasi data sangat krusial. DJP mendorong integrasi data petani dan lahan (CPCL) yang menyertakan NIK dan koordinat lahan, sehingga dapat terverifikasi secara digital. Hal ini menjadi penting untuk membedakan antara petani aktif dan yang sekadar “pinjam nama”.

“Melalui teknologi, sekarang lebih mudah memilah mana petani sungguhan. Ini penting agar kebijakan pajak adil dan tepat sasaran,” tukasnya. (*)

IKLAN
Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Back to top button