Promosi Pariwisata Mendunia: BPPD Butuh Rp5 Miliar, Dapat Alokasi Rp1 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB 2024–2027, Dewantoro Umbu Joka yang juga Ketua ASITA NTB, menyoroti minimnya anggaran promosi pariwisata yang pemerintah daerah berikan tahun ini.
“Seharusnya dialokasikan Rp1 miliar, tapi karena efisiensi hanya diberikan Rp200 juta. Sisanya masih di-hold. Mudah-mudahan segera dibuka, kalau bisa ada tambahan anggaran,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 4 Agustus 2025.
Umbu menegaskan, jika NTB ingin dikenal dunia sesuai dengan tagline Pemerintahan Gubernur Iqbal, promosi harus dilakukan secara serius dengan kombinasi strategi online dan offline.
“Kita mau mendunia, tapi mau mencapainya pakai apa? Okelah online penting, tapi offline juga harus ada. Idealnya, untuk promosi pariwisata NTB butuh minimal Rp5 miliar. Bagaimana mau memancing ikan gabus besar kalau umpannya cuma cacing kecil?,” jelasnya.
Ia menilai promosi offline masih lebih akurat, namun keduanya harus berjalan seimbang melihat potensi ekonomi pariwisata NTB terbilang besar.
“Kalau satu wisatawan menghabiskan Rp4–5 juta untuk hotel, transportasi, makan, dan oleh-oleh, lalu target kita 2,5 juta wisatawan per tahun, itu berarti estimasi perputaran uang bisa mencapai Rp10–12,5 triliun,” terangnya.
Setiap Daerah Memiliki Karakteristik

Umbu optimistis sektor pariwisata akan terus bangkit meski ada naik-turun. Setiap daerah di NTB, katanya, memiliki karakteristik dan tantangan pengelolaan yang berbeda.
Wilayah Senggigi, kaya pantai dan panorama alam, terbiasa menghadapi low–high season.
“Saya tidak khawatir dengan Senggigi karena banyak wisatawan leisure, terutama mancanegara, yang menghabiskan banyak uang di sana,” ujarnya.
Sementara Mataram, pusat kota namun sangat bergantung pada MICE. “Yang paling kasihan ya Mataram, paling terdampak saat anggaran efisiensi. Tapi sekalinya ada acara pemerintahan atau event besar, kamar hotel langsung overload,” katanya.
Terakhir, Kuta Mandalika destinasi kelas menengah ke atas, banyak event internasional yang akan berlangsung di kawasan ini.
Umbu menekankan, jika NTB ingin pariwisatanya mendunia, pemerintah daerah harus berani berinvestasi lebih besar di sektor promosi.
“Kalau mau NTB mendunia, jangan cuma berharap keajaiban. Wisata itu butuh dijual, dan menjual butuh modal. Kalau kita berani investasi di promosi, bukan hanya nama NTB yang terangkat, tapi juga jutaan dompet masyarakat yang ikut terisi,” pungkasnya. (*)