Pelatihan Relawan FIM Mataram, Cetak Generasi Muda Agen Perubahan

Lombok Tengah (NTBSatu) – Forum Indonesia Muda (FIM) Regional Mataram menggelar pelatihan volunteer atau relawan bertajuk sosial project di MI Nurul Hikmah, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu, 3 Agustus 2025. Adapun tema kegiatan pelatihan tersebut, yakni “mulai dari diri, bergerak untuk negeri”.
Sebanyak 20 relawan terpilih dari berbagai kampus hingga komunitas di NTB untuk mengikuti pelatihan social project.
Pelatihan ini, bertujuan tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kapasitas individu, tetapi juga membentuk karakter relawan yang berlandaskan nilai-nilai utama FIM. Yakni, Motivatif, Empati, Nasionalisme, Yakin, Aktif, Loyalitas, dan Amanah.
Koordinator Regional FIM Mataram, Samsul Hadi menjelaskan, pentingnya membangun karakter yang bukan hanya menjadi identitas diri.
Tetapi juga menjadi fondasi untuk aksi nyata yang berdampak positif. Mulai dari ruang diskusi, hingga menyentuh kehidupan sesama dan membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekitar.
“Diharapkan, para volunteer tidak hanya hadir sebagai individu cerdas dan aktif. Tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang menyala dan menyinari sekitarnya, untuk bangsa, masa depan Indonesia,” harap Samsul.
Melalui social project ini, FIM Regional Mataram menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan, dengan mengedepankan semangat kolaborasi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk generasi muda berkarakter, kolaboratif, dan siap menjadi agen perubahan,” ujarnya.
Kegiatan social project terbagi menjadi dua fokus utama, yaitu Divisi Pendidikan dan Divisi Lingkungan. Keduanya dirancang untuk mendukung pengembangan karakter dan kepedulian sosial anak usia sekolah dasar.
Tumbuhkan Baca dan Kreativitas
Divisi Pendidikan menyelenggarakan aktivitas mendongeng dan lomba mewarnai bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak, memperkuat daya imajinasi, serta mengasah kreativitas melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung edukasi anak SD berbasis literasi dan seni.
Pemilahan Sampah dan Daur Ulang
Sementara itu, Divisi Lingkungan fokus pada edukasi lingkungan hidup dengan materi seputar pentingnya memilah sampah. Anak-anak dikenalkan pada jenis-jenis sampah, cara membedakan antara sampah organik dan anorganik, serta potensi daur ulang limbah rumah tangga, khususnya limbah plastik.
Sebagai bentuk implementasi, siswa kelas 4 dan 5 diajak membuat kerajinan kotak pensil dari limbah plastik bekas. Selain menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, kegiatan ini juga melatih tanggung jawab siswa terhadap pengelolaan sampah dan mendorong mereka untuk berpikir kreatif dalam mengolah limbah menjadi barang berguna.
Samsul Hadi menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan social project ini, serta mengapresiasi antusiasme para siswa di MI Nurul Hikmah.
“Sekolah ini baru memiliki sampai kelas 5, dengan jumlah siswa sekitar 80 anak. Namun, antusias mereka luar biasa dan semangat belajarnya sangat tinggi,” tutupnya. (*)