Mantan Rektor UGM Tarik Pernyataan Terkait Kuliah dan Ijazah Jokowi

Meski Prof. Sofian tidak merasa tertarik lewat sesi bincang-bincang tersebut, ia tetap melayangkan pikirannya karena isi pembicaraan itu dipublikasikan. Sementara itu, menurutnya, seluruh materi pembicaraan sifatnya hanya untuk kalangan internal saja.
“Kalau ditanya (ijazah Jokowi asli atau palsu) saya juga belum punya bukti, paling paling saya ngomong dengan kawan-kawan saya,” katanya.
Prof. Sofian memastikan, dirinya tidak sedang dalam tekanan atau intimidasi saat memutuskan mengeluarkan surat pernyataan menarik di video itu.
Ia hanya terdorong, karena merasa khawatir usai mendapat kabar dan membaca pemberitaan mengenai salah satu kelompok pendukung Jokowi yang berencana mempolisikan dirinya. Karena telah menyebarkan fitnah melalui ucapannya dalam video.
“Karena itu sangat menakutkan keluarga saya ini kan, istri dan anak-anak saya,” ungkapnya.
Prof. Sofian berharap, surat pernyataannya itu bisa memperbaiki hubungannya dengan pihak UGM, khususnya Rektor Ova Emilia. Harapannya, polemik ijazah Jokowi ini juga bisa segera berakhir.
“Karena kalau itu perpanjang itu akan merugikan UGM sendiri, dan juga merugikan persatuan bangsa ini. Karena bangsa itu yang harus kita jaga, persatuan,” tutupnya. (*)