Jalan ke Perumahan Mahkota Bertais Resmi Jadi Fasum, Pemkot Mataram Anggarkan Rp2,3 Miliar untuk Perbaikan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar untuk memperbaiki jalan ke Perumahan Mahkota Bertais, Kecamatan Sandubaya yang rusak parah akibat banjir pada Minggu, 6 Juli 2025.
Perbaikan ini dapat dilakukan karena jalan tersebut kini telah menjadi bagian dari fasilitas umum (fasum), yang secara resmi diserahkan oleh pengembang kepada pemerintah.
Jalan yang menjadi akses utama warga mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir. Struktur jalan ambles, jembatan terputus, pagar pengaman hilang, dan permukaan jalan hanyut, sehingga menyulitkan mobilitas warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning menjelaskan, pihak pengembangan telah resmi menyerahkan PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum) Perumahan Mahkota Bertais ke pemerintah.
Artinya, jalan tersebut kini sudah tercatat sebagai fasilitas umum yang menjadi tanggung jawab Pemkot Mataram.
“Setelah kami koordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, PSU perumahan ini memang sudah diserahkan sejak tahun lalu. Jadi kami segera tangani perbaikannya, biayanya mencapai Rp2,3 miliar,” jelas Lale, Senin, 14 Juli 2025.
Soal waktu pelaksanaan, Lale menyebut, pihaknya masih menunggu kesiapan anggaran. Namun, ia menegaskan, karena jalan itu sudah menjadi fasum, maka penanganannya kini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah.
“Tergantung kesiapan dana. Yang jelas, anggarannya sudah kami hitung,” tambahnya.
Sebelumnya, sempat terjadi miskomunikasi terkait status PSU di Perumahan Mahkota Bertais. Pemerintah menduga belum ada serah terima, sehingga tanggung jawab perbaikan masih berada di pihak pengembang. Namun, ternyata penyerahan ke Pemkot Mataram sudah sejak 2024.
Lale menambahkan, penyerahan PSU sangat penting agar seluruh fasilitas umum seperti jalan, taman, tempat ibadah, pemakaman umum, hingga jembatan dapat masuk dalam database Dinas PUPR.
“Kalau tidak masuk database, kami tidak bisa tangani. Tapi sekarang sudah resmi fasum, jadi bisa langsung kami perbaiki,” tegasnya. (*)