HEADLINE NEWSPolitik

Resmi Jadi Ketua DPW NasDem NTB, DPP Tantang Mori Hanafi Rebut 3 Besar pada Pileg 2029

Mataram (NTBSatu) – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Saan Mutopa resmi melantik Mori Hanafi sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem NTB periode 2025-2030, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Sabtu, 12 Juli 2025

Pada kesempatan itu, Saan menyampaikan pesan Ketua DPP Partai NasDem, Surya Paloh untuk Mori. Salah satunya, menitipkan harapan agar tetap mempertahankan kursi DPR RI di dua dapil NTB pada Pileg 2029.

Adapun dua kursi DPR RI yang diperoleh kader NasDem di NTB pada Pileg 2024 diisi oleh Mori Hanafi dan Mantan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid.

“Tentu kita ingin mempertahankan kursi di dua dapil NTB, agar kursinya semakin kokoh. Kemarin kita berada di urutan delapan, dari total delapan kursi. Karena DPP punya target masuk tiga besar di 2029, maka DPW khususnya di NTB juga harus menjadi penopang untuk mencapai tiga besar,” ungkap Saan.

Tak hanya di DPR RI, Saan juga menantang Mori untuk mengambil posisi tiga besar di DPRD NTB. Bahkan menargetkan untuk menempatkan kader terbaik NasDem pada unsur Pimpinan DPRD NTB.

IKLAN

“Ini target yang ditetapkan oleh DPP kepada DPW NTB di bawah kepemimpinan Mori,” ujar Saan.

Jawab Tantangan DPP

Sementara itu, Mori menyampaikan, untuk menjawab tantangan ke depan memang jauh lebih berat. Karena itu ia akan segera melakukan konsolidasi penguatan sturktur partai baik di tingkat DPC, bahkan DPW.

“Ini tidak mudah, karena itu kami eratkan barisan dengan DPP. Amanat yang diberikan ini berat, tetapi kami siap melaksanakan,” tegas Mori.

Anggota DPR RI ini menyampaikan, target utama NasDem NTB pada Pileg 2029 nanti adalah memastikan setiap kursi dari setiap dapil bisa terisi oleh kader NasDem.

“Kami tidak memasang target muluk. Target kami adalah bagaimana setiap kursi, setiap dapil bisa terisi oleh kader NasDem,” tegasnya.

IKLAN

Untuk mewujudkan hal tersebut, Mori memastikan, pihaknya akan terus melakukan konsolidasi internal secara intensif.

“Kami ingin semua pengurus yang baru dilantik tidak hanya hadir saat seremoni, lalu hilang. Saya sudah tegaskan, jika dalam 30 hari tidak aktif, maka akan kita evaluasi. Tidak perlu banyak pengurus kalau tidak aktif,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kemenangan dalam Pemilu 2029 tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan figur ketua umum atau ketua wilayah.

“Semua elemen pengurus harus bergerak bersama. Inilah strategi kami,” pungkasnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button