Kota Mataram

Pemkot Mataram Alokasikan Rp1,4 Miliar Perbaiki Tiga Jembatan Rusak Akibat Banjir

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk memperbaiki tiga jembatan yang rusak parah akibat banjir pada Minggu, 6 Juli 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning menjelaskan, tiga jembatan yang rusak berada di Lingkungan Tegal, Karang Kemong, dan Kebon Duren, Kecamatan Cakranegara.

Dari ketiganya, jembatan Karang Kemong mengalami kerusakan paling parah hingga putus total dan tidak bisa warga lalui.

“Estimasi biaya perbaikan untuk ketiga jembatan tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Kita akan lakukan pembongkaran dan pembangunan ulang agar infrastruktur kembali aman digunakan,” ujar Lale, usai rapat koordinasi pasca banjir, Kamis, 10 Juli 2025.

Menurut Lale, dua jembatan lainnya memang masih berdiri, namun pondasinya tergerus dan tanggulnya rusak, sehingga tetap membutuhkan penanganan serius.

IKLAN

Demi menjamin keselamatan masyarakat, pihaknya akan melakukan perbaikan permanen setelah kajian teknis selesai.

“Kalau pondasinya rusak, jembatan tidak bisa kita pertahankan. Harus dibongkar dan dibangun ulang,” jelasnya.

Lebih lanjut Lale menerangkan, kerusakan ini akibat derasnya arus banjir yang membawa material besar. Seperti pohon bambu, lumpur, bangkai bangunan, dan sampah rumah tangga. Material tersebut menyumbat aliran air, menekan tanggul, dan menghantam struktur jembatan.

Selain jembatan, tanggul jebol, drainase rusak, dan jalan lingkungan di Jalan Beo, Karang Kemong, juga masuk dalam proses penanganan. Jalan tersebut bahkan sengaja dikorbankan untuk memberi akses alat berat ke wilayah terdampak, guna mempercepat pembersihan.

Jalan ke Perumahan Mahkota Bertais Putus

Terkait jalan di Perumahan BTN Mahkota Bertais yang juga putus, Pemkot menyatakan belum dapat melakukan perbaikan. Sebab, belum menerima serah terima fasilitas umum dan sosial di kawasan itu dan masih menjadi tanggung jawab pengembang.

IKLAN

“Kalau belum jadi aset pemerintah, kami tidak bisa pakai dana APBD. Pengembang yang harus memperbaiki,” jelas Lale.

Hingga kini, berbagai instansi dan relawan mengerahkan puluhan dump truck dan alat berat untuk membersihkan sisa-sisa sampah banjir.

“Sampah sementara ditampung di Tanjung Karang, sebagian langsung ke TPAR Kebon Kongok, di Lombok Barat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Back to top button