INTERNASIONAL

Gunakan Cara tak Biasa, Video Promosi Wisata Afghanistan Bikin Heboh Warganet

Mataram (NTBSatu) – Video promosi wisata Afghanistan mengguncang ranah media sosial, setelah akun X @afghanarabc merilis tayangan singkat berdurasi kurang dari satu menit.

Video promosi itu memperlihatkan berbagai pesona wisata Afghanistan, namun secara mengejutkan terdapat cuplikan yang mirip dengan adegan penyanderaan.

Kejadian inilah yang kemudian memancing reaksi heboh dari warganet. Sehingga, menimbulkan tanda tanya besar mengenai tujuan sebenarnya dari kampanye pariwisata tersebut.

Dalam keterangannya, pengunggah menulis, “Saksikan pesan kuat yang dikirim pemuda Afghanistan ke Amerika Serikat.”

Video tersebut menyebar secara luas dan tersebar di berbagai platform digital, dengan munculnya berbagai tanggapan dari pengguna media sosial.

IKLAN

Respons Warganet

Sebagian warganet menilai konten tersebut sebagai lelucon kreatif. “Haha Promosi pariwisata yang hebat, konsepnya unik,” cuit akun @Poly

Komentar senada datang dari akun @DevilsAdvo1776. Ia mengaku bingung apakah video itu hendak mengejek atau meredakan ketegangan, tetapi tetap menganggapnya lucu.

“Saya tidak tahu apakah itu mengejek atau mencoba meredakan ketegangan, tapi itu cukup lucu,” tambah akun @DevilsAdvo1776.

Di sisi lain, sejumlah pengguna menafsirkan video sebagai satire tajam terhadap Pemerintah Amerika Serikat dan media Barat.

“Pesan satire yang menggambarkan pria Afghanistan, yang digambarkan media Barat sebagai orang yang ekstremis, pembunuh, dan reaksioner, sebagai kebalikan dari semua deskripsi tersebut.” Tulis akun @McaChiko

IKLAN

Menurut mereka, kemunculan adegan sandera diselipkan untuk menyinggung stereotip lama sekaligus mengundang diskusi tentang citra Afghanistan di mata dunia.

Meski banyak yang menganggap video tersebut kreatif, tidak sedikit penonton merasa resah.

Perpaduan tema perang dan promosi pariwisata dinilai ironis serta memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan, propaganda, dan kondisi hak asasi manusia di wilayah yang kini berada di bawah pemerintahan Taliban.

Kekhawatiran itu tak lepas dari imbauan resmi Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada yang melarang warganya bepergian ke Afghanistan karena potensi terorisme, penahanan sewenang wenang, dan sistem hukum yang rapuh.

Di tengah pro kontra, ada pula harapan positif, sejumlah komentar mendoakan agar Afghanistan lekas bangkit dan aman bagi wisatawan internasional.

“InsyaAllah Afghanistan akan menjadi salah satu negara terkuat,” tulis akun @abo_elwaled_1.

Terlepas dari niat sebenarnya, video promosi ini berhasil mencuri atensi global. Serta, memantik diskusi luas soal branding destinasi, kebebasan berekspresi, dan upaya sebuah negara membangun citra di era digital. (*)

Berita Terkait

Back to top button