Kota Bima

Gubernur NTB Iqbal Komitmen Majukan Pendidikan di Bima

Mataram (NTBSatu) — Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengadakan pertemuan dengan Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten/Kota Bima di SLB Negeri 1 Kota Bima, Jumat, 21 Maret 2025.

Ia menyampaikan pentingnya memperbaiki sistem pendidikan di Bima agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Kepala UPT dan KCD, Gubernur Iqbal menyoroti dua masalah utama yang perlu dibenahi.

Pertama, ketidaktepatan pengelolaan pendidikan bagi siswa SMA dan SMK. Kedua, perlunya perhatian khusus bagi Sekolah Luar Biasa (SLB).

Gubernur Iqbal memberikan apresiasi besar kepada para pendidik yang berhasil mendidik anak-anak istimewa tersebut dengan penuh dedikasi.

IKLAN

“Terima kasih telah mendidik mereka menjadi anak-anak baik. Namun, ini bukan hanya soal mengapresiasi. Ini soal memastikan bahwa perhatian kita tidak berhenti sampai di sini,” ungkap Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur.

Pendidikan di Bima Perlu Arah yang Jelas

Iqbal pun menyoroti persoalan kurangnya panduan jelas bagi siswa di Bima, terutama dalam menentukan jalur pendidikan antara SMA dan SMK.

Menurutnya, SMA seharusnya mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi, sementara SMK diarahkan agar lulusannya siap memasuki dunia kerja.

“Masalahnya, banyak anak-anak yang kebingungan karena kurangnya arahan sejak dini. Mereka butuh panduan yang jelas, apakah ingin melanjutkan kuliah atau langsung bekerja. Ini tugas kita untuk memberikan pemahaman yang tepat agar mereka tidak terombang-ambing di tengah jalan,” ujar Miq Iqbal dengan nada serius.

Ia mengusulkan agar para kepala sekolah berkolaborasi dengan SMP dalam memberikan sosialisasi tentang jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa.

IKLAN

SLB Harus Mendapat Perhatian Lebih

Kemudian, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya memberikan perhatian yang layak bagi SLB.

Selama ini, SLB sering kali dianggap sebagai prioritas sampingan, padahal anak-anak dengan kebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

“SLB bukan sekadar bagian kecil dari pendidikan kita. Mereka punya hak yang sama untuk berkembang. Istri saya, Bu Sinta, selaku Ketua TP PKK NTB akan turun langsung mengurus SLB di seluruh NTB. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian yang lebih serius,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button