Mataram (NTBSatu) – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memberi lampu hijau kepada kepala daerah terpilih untuk melakukan mutasi pejabat.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram belum memiliki rencana mutasi dalam waktu dekat. Meskipun beberapa posisi strategis saat ini masih kosong.
“Belum, belum ada mutasi. Kami saat ini fokus pada retreat dan pelaksanaan program prioritas,” ujar Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, Selasa, 25 Februari 2025.
Ia menegaskan, jika ada mutasi, proses seleksi akan secara ketat melalui asesmen guna memastikan kompetensi yang sesuai.
“Terutama bagi mereka yang akan mengisi jabatan teknis. Kita harus menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat,” tegasnya.
Mujib -sapaan Wakil Wali Kota- juga mengimbau para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Mataram, untuk tidak khawatir dengan kemungkinan mutasi. Sebab, posisi apapun harus para pejabat syukuri dan jalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebuah kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Banyak yang menginginkan posisi ini, jadi kita harus bersyukur dan bekerja dengan maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan, setiap jabatan akan diisi oleh orang yang layak melalui proses asesmen transparan dan objektif.
“Yang terpenting adalah bekerja dengan baik di mana pun ditempatkan,” tambahnya.
Cetak 1000 Wirausahawan Baru Setiap Tahun
Untuk program prioritas, Mujib mengatakan, pihaknya akan fokus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui program Mataram Kota Wirausaha. Program ini bertujuan mencetak para wirausahawan baru.
Mujib menjelaskan, di Mataram terdapat 325 lingkungan. Jika setiap lingkungan berhasil mencetak tiga wirausaha baru, hampir 1.000 pelaku usaha baru bisa muncul dalam waktu dekat.
Menurutnya, target ini realistis karena daya beli masyarakat Mataram yang cukup baik dan minat berwirausaha yang tinggi.
Untuk membantu calon wirausaha ini, Pemkot Mataram tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga memberikan pendampingan. Meliputi akses permodalan dan pelatihan yang lebih fokus pada keterampilan praktis.
“Kami ingin memastikan bantuan yang benar-benar berdampak. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan akan secara efisien dan tepat sasaran,” pungkasnya. (*)