BERITA NASIONALPemerintahan

UAS Kritik Pemerintah terkait Program Makan Bergizi Gratis

Mataram (NTBSatu) – Pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) layangkan kritik terhadap pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melansir dari TikTok @sahabatuaschannel UAS mengatakan, tugas dan tanggung jawab negara itu bukanlah memberi makan anak-anak. Tapi, memberikan lapangan pekerjaan yang layak pada orang tuanya.

“Tugas negara itu bukan ngasih makan anak, tugas negara itu ngasih kerja pada bapaknya. Kemudian, yang urus anaknya ya bapaknya, ngapain negara yang ngurus,” Ucap UAS dalam ceramahnya dalam video unggahan akun tersebut.

UAS juga mempertanyakan efektivitas kebijakan pemerintah terkait program MBG yang menggunakan dana APBN.

“Bagaimana bisa pemerintah kasih anaknya makan dari APBN, sementara ayahnya mereka biarkan tidak punya pekerjaan?,” ujar UAS.

IKLAN

Ia berpendapat, negara itu seharusnya lebih fokus pada pembukaan lapangan pekerjaan yang luas.

“Negara itu menyediakan lapangan kerja. bapaknya punya gaji, ngasih makan anaknya bergizi, begitu konsepnya,” tutur UAS.

Video yang diunggah pada Sabtu, 22 Februari 2025 ini mendadak viral dan menarik perhatian lebih dari tiga juta penonton. Serta, menuai pro-kontra dari warganet.

“Begini loh mad, bahan untuk makan gratis itu dari sayur, lauk, beras, buah dan sebagainya, itu semua mereka beli dari petani/pedagang lokal. Intinya, ekonomi pastinya berputar InsyaAllag rakyat sejahtera,” tulis akun TikTok @ecekewer.

“Urusan Politik biar ahli politik yang bicara, urusan Agama biar ahli Agama, paham?,” ujar akun TikTok @storyustadzsolsof

IKLAN

“Betul pak ustadz, aku aja orang miskin tidak setuju makan gratis yang kami butuh pekerjaan, pendidikan gratis dan pengobatan gratis 100 persen. Kalau soal makanan biar kami orang tua yang urus,” ungkap warganet dengan Akun TikTok @Adit

“Saya pendukung pak Prabowo tapi setuju dengan penjelasan pak ustad, semestinya negara tidak mengurus makan anak sekolah,” ungkap warganet dengan akun TikTok @aldoroi. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button