Daerah NTBEkonomi BisnisPemerintahan

Hingga 3 Juli, Pagu Dana Desa di NTB Tersalur Rp726,05 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB melaporkan realisasi dana desa sampai 3 Juli 2024 sebesar Rp726,05 miliar.

“Pagu pada Provinsi NTB adalah sebesar Rp1,1 triliun, sudah terealisasi 64,89 persen dari total pagu,” kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, Senin, 8 Juli 2024.

Ratih menerangkan, dana desa merupakan salah satu pendapatan terbersar yang bersumber dari APBN. Di mana tersalur ke rekening kas desa melalui rekening kas daerah.

Tujuannya, tak lain untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Adapun dana desa Non-Earmarked tahap 1 telah tersalurkan semua kepada 1.021 desa. Sementara untuk tahap 2 baru tersalurkan kepada 280 desa sejumlah Rp97,52 M.

Untuk Earmarked tahap 1 telah terealisasi semua untuk 1.021 desa. Dan untuk tahap 2 sudah tersalurkan sebesar Rp45,78 miliar untuk 278 desa.

Pemanfaatan Dana Desa untuk Pengendalian Inflasi

Ratih juga menyinggung trend inflasi nasional yang saat ini mengkhawatirkan. Terlebih akan meningkat, di tengah ketidakpastian situasi global.

Menyikapi situasi tersebut, ia mengatakan pemanfaatannya dapat ikut berperan mengendalikan laju inflasi, utamanya di perdesaan.

Berdasarkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), sebesar 91 persen wilayah pemerintahan Indonesia adalah desa.

Lebih dari 70 persen penduduk Indonesia tinggal di desa.

Dana ini harus bermanfaat untuk mendukung percepatan komoditas pangan guna tercipta kesejahteraan dan kemakmuran di desa. Dengan demikian daya beli masyarakat terus meningkat dan harga-harga kebutuhan pokok stabil.

Di sisi lain, dapat juga dialokasikan pada pembangunan infrastruktur yang bermuara pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Maka dari itu, dalam implenetasi pengerjaannya, juga harus dilakukan secara gotong royong. Sehingga warga desa dapat berkontribusi mengendalikan inflasi ataupun memitigasi dampak inflasi.

“Paling tidak, kita memiliki bayangan tentang penurunan inflasi di desa. Sekali lagi, dana desa memang ikut berperan menurunkan inflasi di desa,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button