Mataram (NTBSatu) – Studio Seni Visual, Paerstud menerima peserta magang asal Spanyol, Alba Carinena yang kuliah di University of Zaragoza, Distrik Zaragoza sejak tiga bulan yang lalu.
Kemudian, pada tanggal 4 Juni 2024, laboratorium seni dan kreatif dari Paerstud, yakni Paer Habitat menggelar Ekshibisi Solo Seni Visual oleh Alba Carinena yang bertajuk La Cara di Segara Space, Kota Mataram.
Alba yang magang di Paerstud menandakan bahwa Lombok tidak hanya dipandang sebagai pulau yang memiliki keindahan alam, melainkan laboratorium seni dan budaya yang dapat merawat bumi dan kemanusiaan.
Manajer Paerstud Ade Mertayana mengatakan, ekshibisi La Cara adalah tahapan akhir dari proses magang yang diajukan Alba. Sebenarnya, menerima peserta magang bukanlah pertama kalinya bagi Paerstud. Hanya saja, Alba memang peserta magang pertama yang berasal dari luar negeri.
“Kami tentu kaget saat pertama kali mengetahui Alba akan magang di Paerstud, bukan di Jakarta, Yogyakarta, maupun Bali. Setelah mencari tahu tentang Paerstud di mesin pencarian internet, alhasil Alba menghubungi kami kemudian kerja sama pun terjalin,” ungkap Ade, dikonfirmasi Sabtu, 8 Juni 2024.
Dengan adanya mahasiswa asal Spanyol yang memutuskan belajar seni visual di Lombok, Paerstud menyadari bahwa platform-platform media sosial sangat membantu dalam urusan pemasaran.
Berita Terkini:
- Viral di TikTok, PT Allianz PHK Ratusan Karyawan Demi Efisiensi
- Lebaran Topat 2025: Harmoni Religi, Budaya, dan Wisata di Jantung Kota Mataram
- Liburan Hemat nan Hangat di Pantai Senggigi, Pilihan Warga Mataram Saat Libur Panjang Lebaran
- ASN Dapat Tambahan Libur, WFA Diperpanjang Sampai 8 April 2025
- Pemkot Mataram Tak Ikuti WFA Nasional, ASN Wajib Masuk 8 April
Terbacanya Paerstud oleh mahasiswa luar negeri, membuat Ade akan mengoptimalkan seluruh platform media sosial yang ada.
Selain mengoptimalkan platform-platform media sosial, Paerstud akan memperkaya pengetahuan tentang kesenian. Ade ingin pengoptimalan platform media sosial dan memperkaya pengetahuan tentang seni berjalan beriringan.
“Kami tidak bisa memfokuskan satu hal saja, melainkan harus beriringan. Hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan penciptaan dan distribusi dari suatu karya seni,” terang Ade.
Saat ini, Paerstud sedang fokus untuk mengembangkan karakternya sebagai sebuah studio seni visual. Ade ingin membuat seluruh seniman kolektif yang tergabung dalam Paerstud mengalami perkembangan, tentu sesuai dengan karakternya masing-masing.
Ade menyatakan bahwa Paerstud selalu menyukai sistem gotong royong. Maka, mengembangkan diri secara kolektif bertujuan untuk menciptakan perilaku gotong royong.
Tidak menutup kemungkinan, Paerstud akan membuka kembali magang untuk mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari luar negeri. Dengan adanya Alba yang magang di Paerstud, Ade dan kawan-kawan akhirnya menemukan sebuah metode pengajaran yang tepat untuk mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari luar negeri.
“Ke depannya, kami akan selalu mengusahakan untuk mengadakan pameran yang cukup ideal. Hal itu bertujuan agar penghasil karya dan penikmat dapat mengetahui sesungguhnya esensi dari sebuah karya seni dan berbagai hal yang ada di dalamnya,” tandas Ade.
Ekshibisi Solo Seni Visual oleh Alba Carinena yang bertajuk La Cara masih berlangsung di Segara Space, Kota Mataram hingga 10 Juni 2024. (GSR)