CISDI Ungkap Alasan Populasi Perokok Muda Masih Tinggi
Mataram (NTBSatu) – Terjangkaunya harga rokok di Indonesia menjadi tantangan utama dalam upaya pemerintah untuk menurunkan populasi perokok terutama di kalangan anak muda.
Organisasi non profit Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengatakan bahwa banyak produk tembakau dijual dengan harga sangat murah, bahkan bisa dibeli eceran.
CISDI mendapatkan 70 persen koresponden riset yang terdiri dari siswa SMP hingga SMA mengaku membeli rokok batangan saat mencobanya untuk pertama kali.
Pembelian rokok batangan oleh remaja berhubungan dengan kebiasaan merokok tidak rutin serta merokok lima batang atau kurang per hari.
“Dengan pola merokok ini, dapat dikatakan konsumsi rokok batangan berhubungan dengan tahap eksperimen pada remaja, sebuah tahapan yang menggiring seseorang menjadi pecandu dan rutin merokok,” kata Chief of Research and Policy CISDI, Olivia Herlinda, yang dikutip dari Liputan 6, Sabtu, 16 Desember 2023.
Berita Terkini:
- SBY Sebut Perang Dunia Ketiga Sangat Mungkin Terjadi, Minta PBB Bergerak Cepat
- Ingin Ziarah? Berikut Daftar Lima Makam Keramat Paling Bersejarah di Lombok
- Pengunjung 2025 Tembus 44 Ribu, Museum NTB Fokus Bangun Inovasi dan Benahi Fasilitas
- Tiga Korban Baru Bersuara, Ngaku Jadi Korban Kekerasan Seksual Pimpinan Ponpes di Loteng
Selain itu, hasil focus group discussion (FGD) dengan 49 remaja menunjukkan bahwa mereka memperoleh rokok di kios-kios sekitar sekolah dengan harga paling rendah sekitar Rp1.000 per batang.
Pembelian rokok batangan murah secara berulang membuat remaja akhirnya mengeluarkan uang antara Rp30.000 hingga Rp200.000 setiap minggu. (WIL)



