Opini

Semacam intermezzo politik lalu ke kuburan

Oleh: Budi Afandi (IG: @cerakenati)

Belanda, 27 November 2023 – “Mau dengar kabar buruk?” kata istrinya malam itu (22 November 2023). Ia baru saja tiba dari acara makan malam bersama rekan-rekan kerjanya. Awalnya ia menduga istrinya akan menunjukkan foto-foto kesedihan dari Palestina.

IKLAN

Perempuan itu memutar layar laptopnya di mana terpampang foto Geert Wilders tokoh Partij voor de Vrijheid (kalau saya terjemahkan: Partai Untuk Kebebasan). “Pemenang Pemilu, calon Perdana Menteri baru Belanda,” katanya dengan suara sangat sedih.

Hari itu di seluruh Belanda digelar Pemilu, setelah tahun lalu Perdana Menteri terpilih (Mark Rutte) bersama kabinetnya, mengundurkan diri. Pemilu kali ini dimenangkan Wilders, sosok yang dikenal dengan berbagai ucap dan desakannya yang anti islam dan imigrant. Hal yang secara terang-terangan disebutkan dalam program partainya seperti: Verbod op het dragen van islamistisch hoofdoek in overheadgebouwen inclusief de Staten-General. Kalau saya terjemahkan: melarang penggunaan jilbab di gedung-gedung pemerintah termasuk Staten General (semacam gedung parlemen). Program lainnya antara lain: menghentikan subsidi untuk sektor seni dan kebudayaan, selain itu juga akan menarik keluar Belanda dari Perjanjian Iklim UN.

“Kau tahu apa lagi yang ingin Wilders lakukan?” katanya dan ia menggelengkan kepala. “Ia akan melarang dua kewarganegaraan.”

Nah, begitulah sedikit perkembangan politik di negeri kincir angin, kita akan tunggu bagaimana perkembangan selanjutnya. Apakah Belanda akan menjadi seperti USA semasa Donald Trump atau seperti Negara lain di Eropa yang bergerak ke arah kanan jauh.

Sekarang ia kembali ke cerita sebelumnya ketika ia baru saja tiba di Copenhagen. Aklimatisasi (semacam penyesuaian kondisi fisik dengan perubahan sekitar untuk bisa bertahan) adalah bagian kecil dari proses adaptasi yang meliputi berbagai hal lainnya seperti soal kultural, bahasa, mentalitas dan sebagainya.

Musim dingin tidak hanya membawa udara dingin, tapi juga suasana yang agak abu-abu (sedikit muram bagi sebagaian orang). Ia ingat ketika pertama kali menatap langit musim dingin dan udara sekitar, semua terasa muram layaknya kesedihan yang tidak diakui dan gagal menemukan identitasnya.

“Budi, udara dingin itu menjadi masalah hanya kalau kami tidak memakai pakaian yang tepat,” kata seseorang padanya suatu ketika. Orang itu meyakinkannya untuk mencoba lebih sering keluar rumah, berjalan-jalan sekadar menikmati udara segar. “Di sekitar sini ‘kan banyak tempat bagus,” katanya lagi.

Sudut Kota Copenhagen tempat ia bermukim memang terbilang bagus. Tak jauh dari apartemennya terdapat stadium sepak bola yang kerap digunakan untuk pertandingan-pertandingan international. Ada juga danau buatan (mungkin lebih tepatnya penampungan air raksasa), tempat banyak orang menghabiskan waktu dengan pasangannya ataupun dengan anjing peliharaaannya. Danau yang belakangan sering ia kunjungi selain perpustakaan dan kompleks pemakaman (kuburan).

***

1 2 3Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button