Perang Israel – Palestina, 14.000 Orang Meninggal, 6.800 Hilang
Mataram (NTBSatu) – Korban akibat agresi Israel terhadap Palestina terus bertambah. Per hari ini, Rabu, 22 November 2023, korban yang meninggal tembus 14.000 orang. Sementara yang dinyatakan masih hilang mencapai 6.800 orang.
Mengutip dari Al Jazeera, dari 14.000 orang yang meninggal dunia, sebanyak 5.600 merupakan anak-anak dan 3.550 perempuan. Sedangkan, kurang lebih 33.000 orang mengalami luka-luka.
Keterangan yang dikutip dari cnnindonesia.com, pemerintah Palestina juga mencatat, ada sekitar 44.000 rumah di Gaza hancur. Sebanyak 230.000 rusak atau 60 persen permukiman di Gaza sudah tidak layak huni.
“Ditambah 26 rumah sakit dan 55 fasilitas kesehatan lainnya yang tidak bisa lagi beroperasi,” tulisnya dikutip pada, Rabu, 22 November 2023.
Berita Terkini:
- Kasus Lahan MXGP Samota: Dua Ditahan, Peluang Tambah Tersangka Baru
- MBG Pertama di 2026, Masukkan Unsur Budaya dalam Menu Makanan
- Mengenal Prof. Sukardi, Rektor Unram Terpilih 2026-2030
- Inspektorat Lotim Turun Gunung, Enam Desa Masuk Radar Audit Khusus
Serangan Israel tak hanya diluncurkan pada pemukiman warga. Beberapa rumah sakit juga menjadi sasarannya, seperti rumah sakit Al-Shifa, rumah sakit Indonesia, dan rumah sakit Al-Awda di Gaza, kini juga menjadi korban serangan Israel.
Akibat serangan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tiga dokter dan seorang pendamping pasien meninggal dunia.
Ini juga dibenarkan Medecins Sans Frontieres (MSF). Sebanyak dua dokternya dan seorang dokter dari Kementerian Kesehatan tewas setelah serangan terhadap rumah sakit Al-Awda.
WHO sudah angkat suara mengenai hal tersebut. WHO menegaskan bahwa pasien terluka dan warga sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik. (MYM)



