ADVERTORIAL

Brida NTB Komitmen Kenalkan Sains dan Teknologi secara Menyenangkan

Mataram (NTB Satu) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB tidak hanya sekadar melakukan penelitian dan pengembangan teknologi inovasi saja. Namun sebagai perangkat daerah dalam bidang tersebut, Brida NTB turut serta untuk memperkenalkan dunia sains dan teknologi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebab bila menyebut sains dan teknologi, rata-rata generasi muda selalu merasa berat karena harus berhadapan dengan hitung-hitungan. Hal ini pun terbukti berdasarkan laporan Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2018, Indonesia berada di peringkat 74 dari 79 negara untuk kemampuan siswa di bidang sains dan teknologi.

Padahal, bidang tersebut setiap tahunnya makin jadi bagian penting dari kurikulum dalam membantu mempersiapkan generasi muda, melalui keterampilan dan pemikiran kritis yang dibutuhkan untuk industri 4.0.

Agar membuat sains dan teknologi ini tidak terkesan berat, maka Brida NTB berkomitmen untuk mengenalkannya secara menyenangkan.

Kepala Sub Bidang Diseminasi Hasil Riset dan Inovasi Teknologi Brida NTB, Hipzul Imtihan Wathani, S.Kel., M.Ak., mengakui kalau hal tersebut menjadi salah satu tantangannya ke depan.

IKLAN

“Dengan membuat para pelajar tidak menganggap takut bidang tersebut, yakni melakukan hal-hal yang bisa dilakukan semua orang dan bagi peserta didik menyenangkan,” ujarnya, Senin, 7 Agustus 2023.

Salah satunya dengan mengadakan lomba roket air, lanjutnya, yang dapat meningkatkan rasa cinta generasi muda terhadap sains.

“Kita mengenalkan dunia riset, dan dunia itu menyenangkan. Dulu sudah kami lakukan ada lomba roket air. Itu sederhana, menyenangkan, ada nilai pelatihan risetnya juga. Bagaimana mencari formulasi agar lemparan roket airnya jauh,” jelasnya.

Bahkan melalui lomba itu, katanya, dapat bertujuan untuk memupuk dan meningkatkan rasa cinta generasi muda terhadap sains dan bagaimana berkompetisi dengan suasana menyenangkan.

“Memberikan manfaat untuk mengembangkan keilmuan dan memperkenalkan teknologi kedirgantaraan. Para pelajar harus mempelajari, mencari referensi sebanyak-banyaknya, trial and error, untuk mendapatkan karya berupa roket air yang terbaik,” tambahnya.

IKLAN

Oleh karenanya, pihaknya bersama dinas pendidikan juga sedang mencari formulasi agar pembelajaran di sekolah lebih atraktif.

“Agar tidak ada stereotip sains itu menakutkan, tetapi menyenangkan. Seperti arahan Pak Gubernur buatlah sains menyenangkan,” tuturnya. (JEF/*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button