Produksi Garam Turun, Harga Merangkak Naik
Mataram (NTB Satu) – Produksi garam di Provinsi NTB setahun terakhir menurun cukup drastis. Hal tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim mengatakan, produksi garam yang anjlok tak hanya terjadi di NTB, namun di hampir semua daerah.
“Produksi menurun karena cuaca ekstrem. Sekarang mau masuk kemarau, namun hujan masih turun,” kata Muslim Jumat 28 April 2023.
Berdasarkan data, jumlah produksi garam di NTB di tahun 2022 sebanyak 86.429 ton. Angka ini menurun sebanyak 29 ribu ton dari produksi tahun 2021. Penurunan ini karena hujan yang berkepanjangan, sehingga petani garam di beberapa wilayah tak berproduksi.
Dampak dari menurunnya produksi garam tersebut yaitu stok garam yang ada di gudang petani terserap semuanya ke pasar. Tak hanya terserap maksimal, harga jualnya juga naik dari harga sebelumnya.
Muslim tak merinci berapa harga garam petani di masa limit ini, namun berdasarkan penelusuran redaksi NTB Satu, satu karung garam dengan berat 50 Kg sekarang terjual dengan harga Rp 350 ribu dari sebelumnya hanya Rp100 ribu.
“Harga sekarang berlipat.Yang dulunya tak laku menjadi laku,” katanya.
Sebenarnya, jika petambak garam menggunakan pendekatan teknologi untuk rekayasa cuaca seperti sistem prisma, kristal atau panel maka produksi garam akan meningkat.
Metode prisma garam sendiri dilakukan dengan modifikasi dari sistem greenhouse untuk kepentingan evaporasi air laut menjadi kristal garam dengan memanfaatkan angin dan humiditas udara.
“Namun semua itu belum terlalu berkembang di NTB, lebih banyak tambak garam secara konvensional,” katanya.(ZSF)
Lihat juga:
- Rute Penerbangan Internasional Lombok – Australia Segera Dibuka
- Jabatan Ratusan Kades di Lombok Timur Alami Kekosongan Tahun 2026
- Pengusaha MBG Lombok Timur Diminta Bayar Zakat, Proyeksi Capaian Rp260 Juta Per Bulan
- Mutasi Pejabat NTB, Meritokrasi Dipertanyakan
- Gerbang Sangkareang Jadi ‘Senjata’ Diplomasi Budaya Mataram, Tembus Melbourne dan Raih Abyakta
- Mahasiswa KLU Lapor Kejati Dugaan Sejumlah Hotel Ngebor Air Tanpa Izin



