Tambahan Ruangan dari DAK Telah Tuntas, SMAN 11 Mataram Siap Bersaing dengan Sekolah lain
Mataram (NTB Satu) – Pengerjaan tambahan ruangan di SMAN 11 Mataram yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sempat dikhawatirkan tidak sesuai jadwal. Ternyata, pengerjaannya rampung tepat waktu pada akhir Desember 2022 lalu.
Melalui DAK tersebut, sebanyak 12 ruangan tambahan telah terbangun di SMAN 11 Mataram. Mulai dari ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, lobi, perpustakaan, UKS, OSIS, laboratorium fisika, kimia, biologi, dan komputer.
“Iya secara keseluruhan sudah selesai semua. DAK tahun 2022 lalu, yang dibangun ruang pendukung saja,” ungkap Kepala SMAN 11 Mataram, H. Sunoto saat ditemui NTB Satu, Rabu, 12 April 2023.
Sunoto menyampaikan, walaupun pembangunan telah selesai, masih ada saja yang salah persepsi tentang sekolahnya.
“Seperti misalnya, ada satu ruangan yang keramiknya itu belum selesai, itu di ruang perpustakaan. Hal itu karena pagu anggarannya hanya segitu, bukan karena belum selesai. Jadi banyak orang yang salah persepsi,” jelasnya.
Meskipun begitu, kata Sunoto, dengan adanya tambahan ruangan yang sudah terbangun tersebut pihak sekolah menjasi sangat terbantu.
“Tambahan 12 ruangan dari DAK tentu sangat membantu sekolah. Sebab, sebelumnya sekolah ini dapat dibilang belum terlalu berwujud. Lalu, dengan adanya tambahan ruangan menjadi sangat berarti,” tambah Sunoto.
Sunoto menambahkan, adanya tambahan ruangan itu juga dapat menjadi daya tarik saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang.
“Ini juga dapat menjadi daya tarik bagi orang tua dan siswa yang ada di sekitar sekolah,” ujar Sunoto.
Pada saat PPDB nanti, SMAN 11 Mataram akan menerima sebanyak 6 rombongan belajar (rombel). Jumlah rombel tersebut diikuti dengan dua jurusan yang sudah ada, yakni jurusan IPA dan IPS.
“Rencana kami akan menerima 6 rombel. Jumlah ini sesuai dengan kapasitas ruang kelas yang kami miliki saat ini,” jelas Sunoto.
Rencana ke depan, karena ruang kelas masih sedikit, lanjut Sunoto, pihaknya akan menambah 14 ruang kelas.
“Standarnya itu minimal 18 ruang kelas. Kami sudah minta ke Dikbud Provinsi NTB dan dijanjikan untuk ditambah 14 ruang kelas. Bahkan, karena luas tanah kami masih sangat cukup, buat jadi 36 rombel pun masih memungkinkan,” tutupnya. (JEF)
Lihat juga:
- Wakil Ketua DPRD Dompu Kecam Wabup Syirajuddin yang Tinggalkan Rapat: Liar dan Tak Etis
- Bupati Jarot Gaspol Selamatkan Hutan Sumbawa: Stop Jagung di Kawasan Negara, Satgas Diperkuat
- Realisasi Pendapatan APBD Kabupaten Bima 2025 Tembus Rp2.060 Triliun
- Sembilan Warga Kopang Ditangkap Polisi, Diduga Aniaya Korban hingga Meninggal Dunia
- 1.166 Koperasi Desa di NTB Telah Memiliki Legalitas Usaha
- Bupati Lombok Timur Segera Temui Kepala BKN Perjuangkan Nasib PPPK Paruh Waktu



