Pendidikan

Kuliah Umum dan Bedah Buku “Aldera”, Bangkitkan Semangat Pergerakan Mahasiswa NTB

Mataram (NTB Satu) – Kuliah umum dan Bedah buku ALDERA (Aliansi Demokrasi Rakyat) yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Februari 2023 di Gedung Dome Universitas Mataram, ramai diikuti mahasiswa se-Kota Mataram.

Buku ALDERA ini menceritakan potret gerakan politik kaum muda pada masanya yaitu pada tahun 1993 sampai 1999. Gerakan politik tersebut tidak hanya terjadi di pulau besar seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, namun juga terjadi di seluruh Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Dalam kegiatan tersebut hadir Rektor Universitas Mataram (UNRAM), Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D, dan Anggota VI BPK RI, Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFRA, CSFA., sebagai keynote speaker. Hadir pula tiga narasumber dari kalangan akademisi, media, dan aktivis, yaitu Prof. Dr. Zainal Asikin, S.H., S.U.; H. Agus Talino; dan Nurdin Ranggabarani, S.H., M.H.

Rektor Unram, Bambang Hari Kusumo menyatakan, forum diskusi ini sangat bagus karena menambah rasa kebangsaan, sehingga dapat menjaga Indonesia ke depannya.

“Di sini tidak ada maksud-maksud politis, ini benar-benar membangkitkan rasa nasionalisme dan semangat perjuangan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Bambang saat ditemui wartawan.

Bambang berpesan, agar anak-anak muda tetap bersemangat membangun bangsa dan negara serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Prinsip mereka-mereka ini yang melakukan pergerakan sebenarnya hanya untuk negara, bukan untuk pribadi maupun supaya mendapat jabatan sehingga semangat itu harus tetap berkobar di dalam diri para mahasiswa,” jelas Bambang.

Pergerakan mahasiswa yang terjadi pada 1993 sampai 1999 merupakan masa-masa sulit karena terjadi ketidakbebasan dalam menyampaikan pendapat dan pikiran.

“Pada masa sulit itu, jarang kita dengar mahasiswa mengkritik rektor apalagi mengkritik kepala daerah dan presiden, itu sangat jarang. Terlebih lagi pada masa NKK/BKK, mahasiswa lebih sibuk mengurus kegiatan kampusnya sehingga tidak sempat mengurus kegiatan di luar sana,” ujar Bambang dalam sambutan.

Namun, setelah terjadi reformasi diikuti dengan adanya amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, penyampaian pendapat dan pikiran menjadi terbuka.

“Tentunya sebagai hasil reformasi, sekarang kita menikmati zaman yang berbeda, zaman yang terdapat kebebasan menyampaikan pendapat dan pikiran. Namun, perlu diingat tetap mengedepankan etika dan moral,” tambah Bambang.

Dengan adanya buku ALDERA, kata Bambang, menjadi penyemangat dan mengingatkan kembali pada masa sesulit itu mahasiswa tetap berjuang memperbaiki keadaan bangsa.

“Jadi kalau di baca buku ALDERA itu, menyemangati kita kembali agar dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara saat ini,” pungkas Bambang. (JEF)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button