IKLAN
Advertorial

Pergi ke Kabupaten Sumbawa, Distanbun NTB Lakukan Evaluasi Pasca Diklat

Mataram (NTB Satu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB telah melakukan kegiatan Evaluasi Pasca Diklat (EPD) yang bertempat di BPP Buer, Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Drs. Fathul Gani M.Si., mengatakan, kegiatan evaluasi tersebut telah dilakukan bersama koordinator penyuluh, penyuluh dan petani.

IKLAN

Kemudian, kegiatan dilanjutkan menuju perusahaan rokok di Koperasi Petani Virginia yang menaungi lima kelompok tani di Desa Buin Baru Kec. Buer Kab. Sumbawa.

“Hal itu kami lakukan dalam rangka mengetahui penerapan dan dampak pelatihan terhadap kinerja penyuluh, petani, petugas purnawidya pelatihan teknis budidaya tembakau yang telah dilaksanakan di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB pada tahun 2021 lalu,” ujar Fathul, Rabu, 23 November 2022.

Metode pengumpulan data Evaluasi Pasca Diklat (EPD) menggunakan metode kuesioner dan wawancara.

Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi serangkaian pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada responden untuk dijawab.

Sedangkan, wawancara atau temu duga adalah kegiatan tanya-jawab secara lisan untuk memperoleh informasi. Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam tulisan, atau direkam secara audio, visual, atau audio visual. Wawancara merupakan kegiatan utama dalam kajian pengamatan.

Respon yang terlibat sebanyak empat orang yang terdiri dari satu orang petani, satu orang rekan kerja alumni, satu orang penyuluh wilayah kerja petani, dan satu orang atasan penyuluh.

“Hal itu dilakukan guna mengetahui informasi terkait dengan kekurangan yang ada dalam pelatihan,” kata Fathul.

Ke depannya, Fathul berharap bahwa program pelatihan dapat diperbaiki serta dampak dari pelatihan terhadap peningkatan kapasitas petani atau pun purnawidaya dapat diketahui. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button