IKLAN
Hukrim

Kasus Bibit Sapi Mulai Seret Peran Anggota DPRD Lombok Barat

Mataram (NTB Satu) – Penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram terus mendalami peran dari anggota DPRD Lombok Barat terkait kasus dugaan penyimpangan bantuan bibit sapi.

Bahkan informasi yang dihimpun ntbsatu.com, sudah ada beberapa anggota dewan yang diperiksa perihal kasus tesebut dan proses pemeriksaan ke anggota DPRD lainnya juga terus dilakukan.

IKLAN

“Sudah ada beberapa anggota DPRD yang kita periksa dalam kasus ini dan kami masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap anggota DPRD yang lain,” terang Kasi Intel Kejari Mataram, Ida Bagus Putu Widnyana, Kamis 17 November 2022.

Hanya saja, dia tidak mengetahui secara pasti jumlah anggota DPRD yang sudah diperiksa. Begitu juga halnya dengan identitas dan dari fraksi mana anggota DPRD yang telah diperiksa itu.

Dikatakannya, saat ini progres penanganan terhadap perkara tersebut sudah mencapai 65 persen. Penyidik juga masih terus merampungkan pemeriksaan saksi yang jumlahnya cukup banyak.

Sebab, masih banyak kelompok penerima yang belum dilakukan pemeriksaan. Penyidik juga masih menunggu hasil audit Inspektorat Provinsi dalam kasus dimaksud. “Audit dan pemeriksaan saksi kita lakukan bersamaan supaya bisa tuntas,” sebutnya.

Disinggung terkait potensi kerugian negara dalam kasus tersebut, dia enggan memberikan informasi lebih lanjut. Meski demikian, penanganan perkaranya tetap terus berproses termasuk menunggu hasil audit Inspektorat.

Karena yang dikhawatirkan ada perbedaan hasil audit yang dikeluarkan internal Kejaksaan dengan hasil audit Inspektorat nantinya. “Kalau potensi kerugian negaranya sudah ada tinggal kita menunggu finalnya saja dari Inspektorat,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data LPSE Lobar, pengadaan sapi tahun 2020 ada tiga paket pengadaan sapi. Paket pertama jenis bibit sapi eksotis atau simental dengan pagu anggaran Rp540 juta dikerjakan CV NMU asal Loteng dengan penawaran Rp489 juta.

Paket kedua juga dikerjakan CV NMU dengan pengadaan bibit sapi jantan dengan harga penawaran Rp453,6 juta. Paket ketiga menggunakan APBD Perubahan dengan pagu anggaran Rp2,244 miliar dengan total pengadaan sebanyak 264 ekor bibit sapi. (MIL)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button