IKLAN
NTB

Bagaimana Sistem Kerja Reservoir PDAM di Gili Trawangan yang Menuai Banyak Protes?

Mataram (NTB Satu) – Pembangunan reservoir atau waduk penampungan air laut di Gili Trawangan milik PDAM Amerta Dayen Gunung menuai protes dari bebagai pihak, salah satunya adalah Yayasan Portir Indonesia Internasional.

Maya Yuliana selaku ketua yayasan menyebut, tidak setuju reservoir itu dibangun karena sisa penyaringan air pada reservoir itu akan memberi dampak buruk apabila dibuang ke laut.

IKLAN

Namun Kepala Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Gunawan menjelaskan, penyedotan air laut untuk disaring menjadi air minum hingga pembuangan limbahnya sudah sesuai dengan prosedur Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang diterbitkan DLHK NTB.

“Itu kan air laut disedot ke reservoir lalu disaring menjadi air bersih, dan sisa penyaringannya itu dibuang ke tengah laut dengan menggunakan selang, dan itu aman. Yang bahaya itu kalau sisa penyaringannya diinjeksi ke dalam tanah,” terang Gunawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 28 September 2022.

Selain itu, imbuh Gunawan, pengerjaan reservoir itu sudah mengantongi Amdal sejak tahun 2020, dan pengerjaannya baru dimulai pada 2021.

Namun apabila pembangunan itu tidak sesuai dengan rekomendasi izin yang dimiliki, DLHK NTB menegaskan akan memberi sanksi kepada perusahaan terkait.

“Nanti akan kami cek langsung, apabila tidak sesuai dengan rekomendasi, akan kita berikan sanksi administratif hingga penghentian kegiatan,” tutup Gunawan. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button