Hukrim

Janji Bonus 200 Juta Bagi Penemu dr. Mawardi Masih Berlaku, Begini Harapan Pihak Keluarga

Mataram (NTB Satu) – Enam tahun sudah dr. Mawardi Hamry menghilang tanpa jejak. Hingga kini, keberadaan dari mantan Direktur Utama RSUP NTB itu tak kunjung ditemukan. Ia lenyap bak ditelan bumi sejak dinyatakan menghilang dari rumah dinasnya di Jalan Langko, Nomor 31, Kota Mataram pada 23 Maret 2016 silam.

Dia menghilang saat masih aktif menjadi Direktur Utama RSUD Provinsi NTB. Saat menghilang, pihak keluarga berusaha mencari, bahkan akan memberikan bonus kepada orang yang berhasil menemukan Mawardi.

IKLAN

Adik kandung dokter Mawardi, Nurul Hidayati Hamry, dihubungi Ntbsatu.com mengatakan, bonus Rp 200 juta bagi yang menemukan atau mengetahui keberadaan dokter Mawardi masih berlaku sampai sekarang.

“Sebenarnya bonus atau imbalan itu kan kami siapkan sekitar enam tahun lalu, ketika pak dokter dikatakan menghilang. Namun saat ini kami up lagi di media,” katanya dihubungi lewat sambungan telpon, Selasa 13 September 2022.

Ia mengatakan, pada beberapa bulan lalu sebenarnya ada orang yang menyatakan menemukan dr. Mawardi dan meminta imbalan Rp 300 juta. Namun ketika sudah disanggupi untuk membuat perjanjian, informasi dari orang tersebut ternyata tidak jelas.

“Beberapa kali ada yang katanya melihat pak dokter, namun faktanya sampai saat ini belum juga ada petunjuk ke sana,” tuturnya.

Di sisi lain, saat ini pihak keluarga masih berharap agar pihak kepolisian juga membantu untuk menemukan dimana keberadaan saudara kandungnya itu. “Dulu kami sempat laporkan ke pihak kepolisian, namun setelah dua tahun berjalan, kami diberikan surat pemberhentian penyelidikan. Itupun tanpa keterangan apapun,” sebutnya.

Menurut Nurul Hidayati, pihak kepolisian terkesan tidak serius dalam hal mencari keberadaan keluarganya itu. Pasalnya, jika menilik kasus lain, pihak kepolisian memiliki alat dan SDM yang mumpuni dalam mengungkap kasus tersebut.

“Orang yang dimutilasi badannya terpisah saja bisa disatukan, kok ini yang jelas hilang, sampai saat ini hampir tujuh tahun belum juga ditemukan,” ujarnya.

Meski begitu, pihak keluarga masih yakin jika dr. Mawardi masih dalam keadaan hidup. Untuk itu ia berharap agar siapapun yang menemukan kakak kandungnya tersebut, agar menghubungi dirinya.

“Setelah berita ini dimunculkan lagi, harapan kami, mudah-mudahan ada keajaiban, pasti Allah mendengar doa kami, agar kakak kami bisa kembali pulang dalam keadaan sehat,” pungkasnya. (MIL)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button