Lombok-timur

Lombok Timur Zona Merah Bencana Kekeringan, 7 Kabupaten Lain Berstatus Siaga Darurat

Mataram (NTB Satu) – Memasuki puncak musim kemarau, sebanyak tujuh daerah di NTB menetapkan status Siaga Darurat atau Zona Kuning bencana kekeringan. Hingga Senin, 22 Agustus 2022, daerah zona kuning di NTB yaitu Lombok Utara, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Sedangkan satu kabupaten di NTB, yaitu Lombok Timur, menetapkan status Tanggap Darurat atau Zona Merah bencana kekeringan. Sedangkan Kota Mataram dan Lombok Tengah masih dalam Zona Hijau.

“Total terdampak sementara adalah 74 kecamatan, 296 desa, 157.826 kepala keluarga dan 570.464 jiwa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sahdan, ST.,MT.

Hal itu disebabkan curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III Juli 2022 hingga saat ini dalam kategori rendah, yaitu <10mm per dasarian. Selain itu, sifat hujan di wilayah NTB didominasi kategori Bawah Normal (BN).

Hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut di wilayah NTB umumnya pada ketegori Sangat Menengah (11-20 hari) hingga kategori Panjang (21-30 hari).

“Namun di beberapa wilayah, sudah terpantau HTH dengan kategori Sangat Panjang (31-60 hari), yaitu di wilayah Perigi, Lombok Timur sepanjang 58 hari,” imbuh Sahdan.

Sejauh ini, BPBD di setiap wilayah NTB sudah mulai mendistribusikan air bersih ke lokasi terdampak kekeringan. Serta secara rutin melakukan rapat koordinasi siaga kekeringan dengan instansi terkait.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai terjadinya bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan hingga suhu dingin yang datang sewaktu-waktu. Selain itu juga, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem bersifat lokal seperti angin kencang dan hujan yang datang tiba-tiba.

“Masyarakat juga diimbau untuk membuat tampungan air terutama pada wilayah yang rentan,” tutup Sahdan. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button