Covid - 19

Pemprov NTB Tunggu Instruksi Lanjutan Vaksin Booster Remaja

Mataram (NTB Satu) – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin terkait pemberian vaksin booster kepada remaja usia 16 hingga 18 tahun. Sampai saat ini, NTB belum diberi vaksin booster untuk remaja. Pemerintah Provinsi NTB masih menunggu instruksi lanjutan mengenai vaksin booster untuk remaja.

Asisten III Sekretariat Daerah NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi SpA., mengatakan, proses penelitian mengenai pemberian vaksin booster pada remaja usia 16 hingga 18 tahun sedang berlangsung. Dalam proses penelitian tersebut, data utuh mengenai hasil memang belum terselesaikan. Namun, pengumpulan data parsial telah terselesaikan. Menurut Eka, kemungkinan data parsial tersebut telah diberikan pihak BPOM.

“Kemudian, data parsial tersebut dijadikan bahan rujukan untuk pemberian izin terkait vaksin booster kepada remaja,” ungkap Eka, dihubungi NTB Satu, Kamis, 4 Agustus 2022.

Dapat dipastikan bahwa data parsial tersebut mampu menjadi rujukan seluruh pihak bahwa pemberian vaksin kepada remaja dinyatakan aman. Untuk diketahui, penelitian-penelitian terkait pemberian vaksin kepada remaja telah dilakukan sejak masa awal pandemi Covid-19 hingga sekarang.

“Selain faktor imunitas, pemberian vaksin kepada remaja dinilai sangat perlu. Sebab, bila terdapat komplikasi atau gangguan tertentu pada tubuh setelah proses vaksinasi, tidak seperti anak-anak, remaja dapat memberikan keterangan yang nantinya akan ditindaklanjuti,” jelas Eka.

Lebih lanjut, Eka memaparkan bahwa vaksin diberikan oleh pihak pemerintah pusat. Kemudian, pemerintah pusat mesti mendahulukan pemberian vaksin kepada provinsi yang dinyatakan memiliki kasus Covid-19 yang tinggi. Sampai saat ini NTB belum diberi vaksin untuk remaja.

“Itu artinya, NTB memang belum dinyatakan sebagai wilayah yang tingkat terpapar Covid-19 cukup tinggi. Namun, apabila pemerintah pusat menginstruksikan NTB agar segera memberi vaksin kepada remaja, tentu saja akan segera kami laksanakan,” terang Eka.

Terkait orang tua remaja yang belum memiliki kepercayaan untuk pemberian vaksin pada anak, Eka menilai hal tersebut masih sangat wajar. Sebab, manusia selalu butuh bukti dan waktu untuk percaya terhadap suatu hal.

“Namun, seiring dengan berjalannya proses, dalam hal ini vaksinasi booster bagi remaja yang telah dilakukan banyak daerah di Indonesia, orang tua di NTB saya yakin pasti akan segera percaya bahwa vaksinasi booster tidak berbahaya bagi buah hati mereka,” jelas Eka.

Sampai saat ini, data orang yang telah vaksin booster di NTB masih sebesar 36,6 persen, capaian tersebut masih terbilang cukup rendah.

“Kami berharap agar masyarakat yang belum vaksin booster agar segera mengunjungi gerai-gerai vaksin yang tersedia di berbagai tempat, mulai dari puskesmas hingga Rumah Sakit Umum NTB,” pungkas Eka. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button