NTB

KUR Ratusan Juta dengan Bunga 3 Persen Kini Bisa Diakses Peternak Walet

Mataram (NTB Satu) – Pelaku usaha walet di Provinsi NTB diberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh pemerintah untuk peningkatan produksi walet. Nilai pinjaman bisa ratusan juta, dengan suku bunga sangat kecil 3 persen.

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Walet NTB, Lalu Ading Buntaran di Mataram, Rabu 15 Juni 2022 pada pertemuan dunia usaha dengan Uni Eropa di Mataram.

Akses kredit diberikan oleh pemerintah setelah kunjungan Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM ke NTB beberapa waktu lalu. Pemerintah pusat melihat potensi ekspor walet luar biasa dan komitmen peternak walet di NTB juga sudah bagus, sehingga akses kredit diberikan melalui KUR.

“Jadi bagi siapa saja masyarakat peternak walet ingin mengembangkan usahanya bisa mengakses kredit tersebut,” jelas Ading.

Peternak walet diberikan akses pinjaman mulai dari Rp100 juta hingga maksimal Rp500 juta untuk pengembangan sarang burung walet.

“Bunga pinjaman juga rendah, hanya 3 persen. Dengan adanya KUR walet ini diharapkan permintaan ekspor akan terpenuhi,” imbuhnya.

Ia mendorong siapa saja yang berminat untuk mengembangkan budidaya walet. Dengan akses KUR, bisa dijadikan modal untuk membangun gedung.

“Yang penting ada lahan, hasil produksi walet nanti kami yang beli. Walet ini prospek bisnis sangat menjanjikan,” jelas Lalu Ading.

Saat ini permintaan walet di NTB terus meningkat. Lalu Ading mengungkapkan China meminta 2 ton walet dari NTB setiap tahun, permintaan dari China tersebut akan berkelanjutan dimulai ekspor pada 2022 ini.

“Selain China masih banyak pasar potensial yang belum bisa dipenuhi NTB, seperti Singapura dan Korea Selatan. Selama ini kita hanya penuhi permintaan mereka 200 Kg – 300 Kg setahun” kata Ading.

Untuk memenuhi permintaan ekspor China, produsen walet sudah membangun 99 gedung untuk sarang burung walet yang dipusatkan di kampung walet, Lombok tengah.

“Untuk modal pembangunan 99 gedung tersebut selain dari kami, ada juga investor dari Jakarta, Makassar yang mau bergabung, pembangunan dalam waktu dekat akan dimulai,” jelas Ading.

Gedung walet ini rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat. Ia optimis, produksi walet NTB bisa ditingkatkan sampai 2 ton pertahun guna memenuhi kebutuhan ekspor.(ABG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button