NTB

Ekonomi Nelayan Tergantung Musim, Mereka Butuh Penguatan Kapasitas Pengelolaan Produksi

Mataram (NTB Satu) – Nelayan di Provinsi NTB membutuhkan penguatan kapasitas dalam pengelolaan produksi hasil tangkapan dan tata kelola keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H. Muslim, M.Si mengatakan, setelah musim barat berlalu, hasil tangkapan nelayan cukup bagus. Mereka bisa mendapatkan uang dengan cukup mudah. Namun di saat datangnya musim barat, aktivitas melaut terganggu dan keuangan rumah tangga nelayan ikut terganggu.

“Pada saat produksi melimpah pasca musim barat, mereka pendapannya bagus. Hasil tangkapnnya banyak. Namun yang menjadi masalah adalah tata kelola pola hidup. Saat musim barat masuk di Desember sampai April mereka paceklik, kasihan mereka bahkan barang-barang di rumah sampai digadaikan,” ujar Muslim Senin 6 Juni 2022.

Ia mengatakan, dibutuhkan aktivitas produktif bagi nelayan dan istri nelayan yang mampu mendorong perputaran ekonomi, terutama di saat datangnya musim paceklik. Sehingga mereka tak terlalu bergantung pada cuaca di laut.

Muslim mengatakan, pihaknya memiliki program untuk mensejahterakan mereka berupa pengolahan hasil perikanan. Aktivitas ini ditekuni oleh istri dan anak-anak nelayan dalam bentuk diversifikasi olahan produksi ikan. Misalnya ikan dibuat menjadi abon, kerupuk, dan produk olahan lainnya.

“Namun yang menjadi masalah adalah, saat produksi itu massif, tidak diimbangi oleh penguatan berupa standar keamanan pangan. Kerupuk atau abon yang dibuat misalnya, saat masuk ke segmen menengah, maka semua syarat-syarat harus terpenuhi sesuai dengan standar konsumen dan ada legalitas di sana,” ujarnya.

Karena itulah, diharapkan ada akselerasi yang lebih baik antar OPD terkait lainnya, sehingga kelompok nelayan mampu sejahtera secara berkelanjutan dengan usaha yang mereka geluti. Misalnya butuh keterlibatan Dinas Desa, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perindustrian dan OPD lainnya untuk melakukan elaborasi program ke kelompok nelayan ini.

“Kami di Dinas Kelautan hanya menyiapkan di sisi hulunya saja, namun hilirnya tidak bisa sampai ke sana kita. Dari sisi hieginitas dan kesehatan kan sudah merupakan ranah pihak lain,” ujarnya.

Meskipun kolaborasi antar semua pihak ini sangat penting dilakukan, namun terkadang di lapangan terkendala oleh dukungan fiskal atau anggaran yang terbatas, terlebih di masa pandemi ini.
Namun demikian, upaya untuk mensejahterakan nelayan terus dilakukan melalui program yang ada di masing-masing OPD.

Adapun jumlah nelayan di Provinsi NTB sebanyak 72.206 orang, nelayan pembudidaya 56.642 orang, pengolahan perikanan sebanyak 2.132 orang, kelompok masyarakat yang bergelut dalam pelestarian laut sebanyak 73 kelompok dengan jumlah 773 orang, dan petani tambak garam sebanyak 1.256 orang dengan konsentrasi terbesar di Kabupaten Bima. (ZSF)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button