Daerah NTB

Di Tengah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Harga Daging Sapi di NTB Stabil

Mataram (NTB Satu) – Di tengah wabah Penyakit Mulut Kuku (PMK) hewan yang merebak di NTB, harga dan persediaan daging sapi di NTB masih stabil. Namun, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap diharapkan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam mengurangi konsumsi daging sapi.

Sekretaris Dinas Perdagangan NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., mengatakan, sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di NTB tetap melakukan pengecekan tingkat kehigienisan daging sapi. Menurutnya, penyediaan sapi hidup menjelang hari raya Iduladha 1443 H menjadi masalah khusus yang harus segera ditangani. Saat ini, menurutnya, harga daging sapi relatif stabil atau normal dengan kisaran harga Rp110 ribu per kilogram.

“Khusus untuk daging sapi, kami tetap melakukan pengecekan secara berkala ke setiap pasar. Sampai saat ini, harga daging sapi masih stabil, begitu pun dengan stoknya,” ungkap Nelly, ditemui NTB Satu di ruang kerjanya, Jumat, 27 Mei 2022.

Hingga Jumat, 27 Mei 2022, Dinas Perdagangan NTB terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan NTB dan beberapa pihak terkait dalam menstabilkan harga dan penyediaan daging sapi. Nelly menyampaikan, proses vaksinasi PMK pada sapi akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

“Harus ada sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi dalam mengonsumsi daging lokal. Masyarakat mengalihkan konsumsi ke komoditi lain, seperti daging beku impor,” saran Nelly.

Sementara itu, penyediaan dan harga daging beku impor masih sangat stabil. Selain itu, para distributor juga memiliki stok. Nelly memaparkan, daging beku impor tidak akan terdampak PMK. Pasalnya, PMK masih menjangkiti hewan lokal.

“Kami masih fokus untuk penyediaan barang. Kalau soal harga yang bergejolak, itu masih ditoleransi. Intinya, barang masih ada,” tutur Nelly.

Lebih lanjut, Nelly memastikan harga daging sapi tidak akan naik. Pasalnya, stok daging sapi akan berkurang dan masyarakat memiliki rasa khawatir dalam mengonsumsi daging sapi.

“Sehingga, kami masih terus memastikan bahwa dagingnya ada dan daging yang dipotong tidak sembarang, dan telah melewati sejumlah pemeriksaan,” ucap Nelly.

Nelly berharap daging sapi yang akan diedarkan ke sejumlah pasar harus dalam kondisi sehat. Harga daging pun harus stabil.

“Tentu saja, untuk memenuhi kesehatan sapi, harus ada tindakan dari Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk menjaga dan memantau terus kondisi para sapi sampai layak diperdagangkan,” pungkas Nelly. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button