Advertorial

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Rancang Peta Jalan Budaya Literasi

Mataram (NTB Satu) – Melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB tengah merancang peta jalan budaya literasi. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dan wadah kolaborasi.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., mengatakan, peta jalan budaya literasi tersebut akan digunakan sebagai sinergi peran seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan budaya literasi. Perwujudan sumber daya manusia yang mumpuni, memiliki tiga aspek: literasi dasar, karakter, dan kompetensi.

“Literasi tidak hanya membuat seseorang menjadi tahu, tetapi dengan literasi yang tinggi bakal membuat seseorang terampil dalam mengatasi masalah,” ujar Amir, dalam sambutan Bedah Buku Catatan Orang Dalam karya Nur Elya Anggraini, di Aula Perpustakaan Daerah NTB, Selasa, 24 Mei 2022.

Selanjutnya, Amir memberitahu, penghasilan seseorang bakal meningkat seiring dengan peningkatan kemampuan literasi. Berdasarkan survei Organization for Economic Cooperation and Development pada tahun 2019, Indonesia menduduki posisi 62 dari 72 negara yang disurvei. Indonesia merupakan 10 negara terbawah dengan tingkat literasi yang rendah.

“Di negara yang belum menjadikan keterampilan literasi sebagai ukuran kinerja, cenderung memiliki produktivitas rendah,” ucap Amir.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Julmansyah menyarankan agar pengelola perpustakaan menyiapkan bahan bacaan yang relevan dan sesuai dengan tantangan beserta kebutuhan masyarakat.

“Sudah saatnya perpustakaan menjadi ruang belajar kontekstual. Permalasahan dan potensi dari masyarakat di sebuah desa, harus dipraktikkan di perpustakaan desa,” ungkap Julmansyah ketika membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi, Rabu, 11 Mei 2022.

Lebih lanjut, Julmansyah menerangkan, mencari buku-buku yang relevan mengenai budaya atau gaya hidup masyarakat tertentu, juga sangat penting untuk diperhatikan. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button