Pendidikan

Kampus Swasta di Mataram Mulai Kembalikan Duit Beasiswa yang Dipotong

Mataram (NTB Satu) – Dugaan pemotongan beasiswa Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di sejumlah kampus swasta di NTB mulai ditindaklanjuti.

Salah satu kampus di Mataram dengan kooperatif memproses pengembalian meski bertahap.

IKLAN

Kampus tersebut berencana mengembalikan hak mahasiswa yang dipotong sebelumnya, baik Bidikmisi Gempa 2018 dan potongan bagi seluruh mahasiswa penerima KIP dan Bidikmisi.

Hal tersebut diketahui dari undangan pertemuan Kamis, 9 Desember 2021 antara pihak rektorat kampus yang diwakili oleh Wakil Rektor (WR) III, bersama perwakilan mahasiswa penerima beasiswa dari angkatan 2018 hingga 2021.

Dalam pertemuan tersebut, WR III menyampaikan ke mahasiswa bahwa pihak kampus akan mengurus pengembalian beasiswa ke mahasiswa yang bersangkutan.

Namun, kampus meminta mahasiswa agar bersabar menunggu karena pihaknya butuh waktu untuk memproses pengembalian tersebut.

“Syukur ya Allah. Katanya kampus mau mengembalikan beasiswa yang dipotong itu dari angkatan 2018 sampai 2020,” jelas mahasiswa yang enggan disebut namanya dikonfirmasi ntbsatu.com, Kamis, 9 Desember 2021.

“Cuman WR III bilang kami diminta bersabar dulu karena banyak hal yang akan diurus,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, temuan Ombudsman NTB, Rabu, 17 Novemner 2021, memperkirakan sekitar 500 mahasiswa penerima Bidikmisi gempa 2018 dipotong beasiswanya oleh kampus sebesar Rp. 2 juta.

Selain itu, kampus tersebut menerapkan potongan sebesar Rp. 1 juta terhadap seluruh mahasiswa penerima beasiswa KIP, dengan alasan untuk uang pembangunan.

Lebih lanjut, mahasiswa itu mengatakan bahwa kampus akan memprioritaskan pengembalian untuk angakatan 2018 dan sekitar 30 mahasiswa pertama sedang diproses pengembaliannya.

“Angkatan 2018 yang segera diurus oleh kampus. Yang menerima duluan itu ada 30 orang itu lagi diurus, mereka angkatan 2018,” ujarnya.

Sementara, WR III kampus tersebut saat dihubungi ntbsatu.com enggan menjawab. Ia mengarankan agar masalah itu ditanyakan ke Rektor dengan alasan agar jawabannya satu pintu.

“Silahkan konfirmasi dengan pak rektor karena sudah menyepakati untuk media satu pintu penjelasan biar tidak tumpang tindih,” tuturnya Kamis, 9 Desember 2021.

Namun, saat dihubungi beberapa kali, Rektor kampus tersebut sampai berita ini ditulis belum menanggapi. Pesan WA yang dikirim media ini belum juga direspons. (DAA)

Berita Terkait

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button