NTB

Diperiksa Polres Lombok Tengah, Pawang Hujan Laporkan 3 Akun Twitter Nyinyir

Mataram (NTB Satu) — Pawang hujan asal Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dipanggil penyidik Polres Lombok Tengah untuk dimintai keterangan Rabu, 24 November 2022.

Pemanggilan tersebut terkait pengaduan yang dilayangkan Damai Santoso, pawang hujan yang sebelumnya keberatan dituduh tidak sakti saat race 2 WolrdSBK di Sirkuit Mandalika.

IKLAN

Pemeriksaan itu terkait dugaan pencemaran nama baik di media sosial.

Postingan Twitter yang dilaporkan Damai, berisikan foto dirinya dengan caption bernada nyinyir. Isinya, pawang hujan di Sirkuit Mandalika gagal mengusir hujan yang mengakibatkan balapan World Superbike (WSBK) pada Sabtu, 20 November 2021 ditunda.

Ia mengaku hanya diundang untuk menghalau hujan ketika Presiden Joko Widodo datang untuk meresmikan Sirkuit Mandalika pada 12 November 2021 lalu. 

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Anton Rama Putra, SH., SIK, membenarkan Damai Santoso, pawang hujan diperiksa sebagai pelapor.

“Ya hari ini, Polisi ingin minta keterang pelapor bahwa siapa sebenarnya yang dilaporkan oleh pawang hujan itu. Kalau jelas siapa yang dilaporkan, maka kita akan telusuri lebih lanjut,” terangnya.

Namun, menurut Anton, pihaknya belum megetahui pasti siapa yang dilaporkan oleh pawang hujan tersebut.

“Nah makanya kita belum tau soal siapa yang dilaporkan itu. Kita ingin tau kebenarannya dulu,” imbuhnya.

Sementara, Damai usai diperiksa membenarkan kedatangannya ke Polres Lombok Tengah terkait laporannya Senin, 22 November 2021 lalu.

“Saya hari ini diperiksa sekitar jam 9 pagi oleh Polisi. Saya ditanya kenapa melaporkan soal ini, ya saya jawab karena tidak terima dengan postingan sejumlah akun di twitter itu,” ungkapnya.

“Keluarga saya keberatan karena foto saya diumbar dengan isi postingan yang tidak benar,” ujarnya menambahkan.

Namun, pawang hujan tersebut mengakui tidak tahu-menahu nama akun Twitter yang dilaporkannya itu. Sebab, Ia membawa aduan ke Polisi karena ada dukungan dari pihak keluarga.

“Saya sangat awam soal HP atau internet ini. Jadi saya tidak tahu nama akun orang yang posting foto saya itu. Cuman saya lampirkan di laporan, kira-kira ada 3 orang (akun, red),” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam perkara tersebut, Damai hanya meminta agar terlapor meminta maaf pada dirinya dan mengklarifikasi ke publik bahwa perkataan mereka salah besar.

“Kalau sudah mereka diketahui dan dipanggil oleh Polisi, saya inginnya mereka minta maaf ke saya dan mengklarifikasi ke publik bahwa pernyataan mereka salah. Tidak apa-apa lewat media sosial juga,” tandasnya.

Namun, jika tidak ada niat baik dari terlapor untuk meminta maaf maka ia akan menyerahkan sepenuhnya ke Polisi sesuai hukum berlaku. (DAA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button