Lombok Tengah

Curhat Perempuan di Lingkar Sirkuit Mandalika : beri kami pancing, bukan ikan

Lombok Tengah (NTB Satu) – Keberadaan kaum perempuan di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tak bisa diabaikan. Mereka juga butuh ambil bagian dalam even internasional seperti sport tourism. Tapi di sisi lain, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) diharapkan tidak jadi tembok pembatas mereka menikmati kesejahteraan.

Setidaknya itu jadi isi curhat para perempuan yang masuk dalam kawasan lingkar Sirkuit Mandalika kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

IKLAN

Di hadapan Kepala DP3AP2KB NTB Husnanidiaty Nurdin, (24/9) mereka berharap tidak jadi penonton dalam perputaran ekonomi saat even besar.

Curhat itu diwakili Kepala Dusun Ujung Lauq, Abdul Muttalib. Pada dasarnya, kaum perempuan di dusunnya sangat apresiasi program pemberdayaan yang diterima. Namun harus berkelanjutan sampai dampak ekonominya dirasakan. Bukan bantuan instan yang sekali habis.

“Karena kami ingin perempuan di sini aktif terlibat. Beri kami pancing, bukan ikan,” tuturnya.

Bapak tiga anak yang juga aktif sebagai pelaku wisata itu menjelaskan bahwa sebelum ini juga ada pelatihan yang diberikan tetapi tidak ada kelanjutannya.

“Karena ini program pemberdayaan, maka kami sangat apresiasi, ” katanya.

Mereka sadar akan ada kegiatan besar di sirkuit internasional Mandalika.

“Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan kami,” curhat Sudiani, salah satu tokoh perempuan Dusun Ujung Lauq.

Meskipun demikian, menurut Sudiani, dia tahu apa kebutuhan para pengunjung sirkuit yang datang dari mancanegara dan domestik pada even bergengsi tersebut.

“Mereka (tim peserta sirkuit dan penonton) tentu perlu oleh-oleh seperti souvenir dan makanan dan lainnya. Tapi kami tidak bisa berbuat dan memasarkannya,” jelasnya.

Selain keterbatasan akses untuk fasilitasi dan dana, menurut ibu Rusna yang mendampingi ibu Sudiani,juga keterbatasan keahlian karena faktor pendidikan,serta semangat.

“Ibu-ibu di dusun ini pekerjaannya di sawah dan sabit rumput. Jadi semangatnya (untuk lebih maju) kurang. Tapi kalau terus dimotivasi, pasti bisa, ” ujarnya yang juga berprofesi sebagai guru honorer di SMP Grupuk ini.

Menanggapi itu, Kepala DP3AP2KB NTB Husnanidiaty Nurdin menyebut, kehadirannya adalah memfasilitasi agar perempuan di sana mampu berdaya saing agar mendapatkan multiflier efek dengan dibangunnya kawasan tersebut.

“Kami mendorong serta mendukung agar para perempuan Lingkar Sirkuit Mandalika dapat dan harus berpartisipasi, berperan untuk meningkatkan perekonomian keluarganya,” ungkapnya.

Dijelaskannya perempuan dapat berdaya dalam bidang usaha terlebih jika ada dukungan dari pemerintah terkait. Hal ini pada akhirnya mendorong program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Dengan adanya partisipasi perempuan di Lingkar Sirkuit Mandalika dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas perempuan di bidang ekonomi, sosial, serta pemenuhan hak anak,” tambahnya. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button