Fenomena Bulan Pemburu akan Hiasi Langit NTB Malam ini
Mataram (NTBSatu) – Langit wilayah NTB pada Senin malam, 26 Oktober 2026 akan dihiasi oleh fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu. Masyarakat luas dapat menyaksikan langsung fenomena ini selama kondisi cuaca di daerah setempat mendukung.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teguh Rahayu, membenarkan adanya fenomena ini.
“Fenomena Hunter’s Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa. Tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 26 Oktober 2026.
Meski memiliki nama secara khusus, penampakan benda langit ini tidak menunjukkan perbedaan wujud fisik dengan fase bulan purnama pada umumnya. BMKG mengimbau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk NTB, untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mengamati fenomena astronomi tersebut secara langsung.
Asal-usul Tradisi Bulan Pemburu
Istilah Hunter’s Moon berakar kuat dari tradisi kalender kuno penduduk asli Amerika. Khususnya dari suku Algonquian, serta para pemukim awal di benua Eropa.
Secara historis, penamaan ini menandai masa ketika masyarakat tradisional memanfaatkan pendar cahaya terang bulan purnama untuk melakukan kegiatan berburu hewan di alam bebas.
Selepas musim panen raya berakhir, area ladang dan pertanian yang terbuka biasanya menarik perhatian berbagai satwa liar. Beberapa hewan seperti rusa dan rubah akan muncul untuk mencari sisa-sisa hasil tanaman.
Para pemburu pada masa lampau mengandalkan cahaya alami dari bulan purnama tersebut untuk melacak jejak hewan buruan pada malam hari demi mengumpulkan persediaan bahan pangan sebelum musim dingin tiba.
Kendati siklus penamaannya umumnya jatuh pada bulan Oktober setiap tahunnya. Pergeseran kalender astronomi membuat kemunculan Hunter’s Moon terkadang bergeser ke bulan November setiap tiga tahun sekali. Bergantung pada waktu kemunculan Harvest Moon sebelumnya.
Panduan Pengamatan di Wilayah NTB
Bagi masyarakat yang berada di seluruh wilayah NTB, Hunter’s Moon malam ini dapat masyarakat amati secara optimal di berbagai kabupaten dan kota. Namun kondisi cuaca di daerah masing-masing dalam keadaan cerah dan langit tidak tertutup awan tebal.
Warga NTB tidak memerlukan teleskop atau peralatan optik khusus untuk menyaksikan fenomena ini karena dapat dinikmati langsung dengan mata telanjang.
BMKG menyarankan warga untuk mencari lokasi terbuka dengan pandangan luas ke arah timur guna mendapatkan pemandangan bulan purnama yang maksimal pada malam hari ini. (*)




