Pendidikan

Unram Terapkan Tempat Sampah Pintar Berbasis IoT, Dorong Konsep Eco-Smart School di Mataram

Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) menerapkan teknologi tempat sampah pintar atau smart collection bin berbasis Internet of Things (IoT) di SMK Nurul Islam Sekarbela, Kota Mataram. Inovasi bernama i-TAKAK ini menjadi salah satu upaya mendorong pengelolaan sampah plastik sekaligus memperkenalkan teknologi digital kepada siswa.

Program tersebut dilaksanakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Unram, Kamis, 6 Agustus 2026.

Melalui i-TAKAK, tempat sampah konvensional dikembangkan menjadi perangkat pintar yang mampu menghubungkan aktivitas pembuangan sampah dengan sistem pemantauan berbasis data.

Dalam penerapannya, siswa dan pihak sekolah diperkenalkan dengan cara kerja teknologi tersebut. Mulai dari sampah plastik yang dimasukkan ke dalam wadah, pembacaan kondisi menggunakan sensor, pemrosesan data melalui mikrokontroler ESP32, hingga penyajian informasi melalui dashboard digital.

Ketua Tim Pengabdian, Agriananta Fahmi Hidayat menyebutkan, sistem ini memanfaatkan sejumlah perangkat, di antaranya dua sensor ultrasonik, load cell, real-time clock (RTC), media penyimpanan lokal, jaringan Wi-Fi/MQTT, serta cloud database/API. Pengoperasiannya juga didukung panel surya.

Dengan teknologi tersebut, tempat sampah tidak hanya berfungsi sebagai wadah penampungan, tetapi juga menjadi media pemantauan kondisi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Tim pengabdian Unram juga mendemonstrasikan secara langsung respons sensor ketika botol plastik dimasukkan ke dalam wadah. Siswa dapat mengamati proses tersebut sekaligus melihat informasi yang ditampilkan melalui dashboard.

“Kegiatan ini mengusung konsep Eco-Smart School, yakni mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan,” katanya.

Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga mendorong keterhubungan antara perilaku pengelolaan sampah, pemanfaatan data, dan tindak lanjut operasional di sekolah.

Karena itu, keberlanjutan penerapan i-TAKAK membutuhkan prosedur operasional standar (SOP) penggunaan dan pemeliharaan perangkat, penanggung jawab operasional, kedisiplinan dalam pengosongan wadah, serta pemantauan secara rutin.

“Program i-TAKAK juga menjadi bagian dari kontribusi Unram terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.

SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production atau konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab menjadi fokus utama. Sementara SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur, serta SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan menjadi kontribusi pendukung.

Melalui pengenalan teknologi IoT secara langsung, siswa diharapkan dapat memahami hubungan antara inovasi digital dan persoalan lingkungan yang mereka temui sehari-hari.

Ke depan, tim pengabdian akan memperkuat keberlanjutan operasional i-TAKAK melalui penyempurnaan SOP penggunaan dan pemeliharaan, pemantauan pascaimplementasi, evaluasi bersama pihak sekolah, serta serah terima operasional.

Tim pelaksana program ini diketuai Agriananta Fahmi Hidayat dengan anggota M. Azhar Mustafid, Ida Ayu Widhiantari, Isnaini Puspitasari, dan Fakhrul Irfan Khalil dari Program Studi Teknik Pertanian, FATEPA, Universitas Mataram.

Melalui inovasi ini, Unram mendorong transformasi pengelolaan lingkungan di sekolah dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Upaya menuju Eco-Smart School diharapkan dapat dimulai dari persoalan sederhana, seperti pengelolaan sampah plastik, yang kemudian dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi dan data. (*)

Artikel Terkait