Finis di Mandalika dalam Kondisi Jari Patah, Raul Gonzalez Disebut Pahlawan Tanpa Jubah
Mataram (NTBSatu) – Perjuangan pantang menyerah diperlihatkan penunggang Aprilia RS-GP dari tim Trackhouse Racing, Raúl Fernández atau Raúl González, dalam gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu 10 Oktober 2026.
Fernandez secara mengejutkan berhasil mengamankan podium kedua (runner-up) meskipun harus memacu motor dalam kondisi dua jari tangan kanan patah akibat kecelakaan di lintasan.
Aksi heroik sang pembalap Spanyol tersebut langsung menyedot perhatian dunia balap. Melalui unggahan resmi di akun Instagram @motogp dan @trackhousemotogp, pihak penyelenggara menyematkan julukan khusus bagaikan “pahlawan tanpa jubah” (hero without a cape) atas daya juang luar biasa yang ia tampilkan di Mandalika.
Cedera berat tersebut bermula dari insiden benturan keras saat sesi Sprint Race bersama Marco Bezzecchi. Meski kondisi fisiknya terganggu dan tangan membengkak, Fernandez tetap membulatkan tekad menuntaskan 27 putaran di bawah cuaca terik Mandalika.
Persaingan sengit sejak awal start memaksa Fernandez menahan rasa sakit luar biasa demi menjaga jarak di barisan terdepan. Hasilnya, ia menyentuh garis finis di urutan kedua tepat di belakang Marco Bezzecchi. Keberhasilan merebut posisi runner-up di tengah keterbatasan fisik ini menuai simpati dan apresiasi luas dari jutaan pasang mata penikmat otomotif di Indonesia maupun global.
Sampaikan Kritik Terhadap Gaya Balap
Usai melewati sesi kualifikasi dan insiden benturan yang mencederai jarinya, Fernandez menyampaikan kritik atas gaya balap agresif yang berisiko tinggi bagi keselamatan para pembalap di lintasan.
“Jika pembalap membuat kesalahan dan menabrak orang lain, saya bisa menerimanya. Namun, yang membuat saya frustrasi adalah ketika seseorang sengaja melakukan tindakan tidak bersih. Kita mempertaruhkan nyawa di kecepatan lebih dari 300 km/jam,” tegas Raúl Fernández, yang dilansir dari Tribunnews.com.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi telah menyampaikan permohonan maaf dan menilai insiden di tikungan pertama murni dinamika persaingan di atas trek (racing incident). Kendati demikian, pencapaian podium kedua di Sirkuit Mandalika dalam kondisi cedera patah jari menegaskan ketangguhan mental serta profesionalisme tinggi Raúl Fernández di panggung kompetisi MotoGP. (Mufidah-M)




