KesehatanSumbawa

Capaian ORI Campak Sumbawa Baru 38,8 Persen, Dinas Kesehatan Kejar Target 95 Persen

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Sumbawa mengejar target imunisasi campak bagi 24.464 anak selama Oktober 2026. Namun, hingga 14 Oktober 2026, tenaga kesehatan baru memberikan imunisasi kepada 9.990 anak usia 9–59 bulan atau 38,8 persen dari total sasaran 25.752 anak.

Capaian tersebut menjadi tantangan bagi Dinkes Sumbawa untuk memperluas jangkauan pelayanan sebelum program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak berakhir pada 31 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH., mengatakan pihaknya berupaya mencapai target cakupan imunisasi sebesar 95 persen selama pelaksanaan program yang berlangsung pada 1–31 Oktober 2026.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar target cakupan imunisasi sebesar 95 persen dapat tercapai. Upaya ini penting untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit campak,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.

Capaian Antarwilayah Masih Berbeda

Data sementara Dinas kesehatan Sumbawa menunjukkan Puskesmas Rhee mencatat capaian imunisasi tertinggi, yakni 73,6 persen. Puskesmas Utan menyusul dengan 72,9 persen, sedangkan Puskesmas Empang mencapai 60,6 persen.

Meski tiga puskesmas tersebut mencatat capaian di atas angka kabupaten, secara keseluruhan imunisasi baru menjangkau 9.990 anak. Artinya, masih ada ribuan anak dalam kelompok sasaran yang belum menerima imunisasi melalui program tersebut.

Karena itu, percepatan pelayanan menjadi penting agar cakupan imunisasi meningkat sebelum batas akhir pelaksanaan. Dinkes juga mengandalkan partisipasi orang tua untuk membawa anak mereka ke posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Orang Tua Punya Peran Penting

Sarip mengimbau orang tua yang memiliki anak usia 9–59 bulan agar segera memanfaatkan layanan ORI Campak. Menurutnya, imunisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus melindungi anak dari risiko komplikasi akibat campak.

“Imunisasi merupakan langkah penting untuk mencegah penularan campak dan melindungi anak dari risiko komplikasi serius, seperti pneumonia, diare berat, radang otak, hingga kematian,” tegasnya.

Selain mendorong orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan, Dinkes berharap masyarakat ikut mendukung upaya peningkatan cakupan imunisasi. Partisipasi keluarga menjadi penting agar petugas dapat menjangkau lebih banyak anak selama periode pelaksanaan ORI Campak.

Dinas kesehatan Sumbawa menargetkan cakupan imunisasi mencapai 95 persen atau 24.464 anak. Dengan demikian, percepatan pelayanan dan keterlibatan orang tua dalam sisa waktu pelaksanaan menjadi bagian penting dari upaya melindungi anak-anak dari ancaman campak di Kabupaten Sumbawa. (*)

Artikel Terkait