PendidikanSumbawa

Kemendikdasmen Pantau Revitalisasi Sekolah di Sumbawa, Dikbud Ingatkan Hindari Pungli

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Proses revitalisasi sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa tengan berlangsung. Setidaknya terdapat 14 sekolah yang sudah berjalan melakukan perbaikan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan monitoring terhadap program revitalisasi belasan SMP di Kabupaten Sumbawa tersebut.

Tim Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, memimpin monitoring tersebut.

IKLAN

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), Deni Gemulya, mengoordinasikan tim Subdirektorat Sarana dan Prasarana dalam kegiatan tersebut. Tim mengunjungi SMPN 4 Labuhan Badas, SMP Fajar Insani Plampang, dan SMPN 3 Lopok.

Dalam kunjungan itu, tim memeriksa perkembangan pembangunan fisik. Tim juga mencocokkan pekerjaan dengan petunjuk teknis program revitalisasi.

Selain itu, tim mendampingi P2SP dalam aspek teknis dan administrasi. Pendampingan tersebut membantu sekolah menyempurnakan bagian pekerjaan yang masih membutuhkan perbaikan.

IKLAN

Hindari Pungli

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa meminta sekolah menjaga integritas dalam menjalankan program revitalisasi 14 SMP.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Junaidi, S.Pd., M.Pd., juga meminta seluruh pihak menghindari gratifikasi dan Pungutan Liar (Pungli). “Seluruh pihak harus menjauhi segala bentuk praktik gratifikasi dan Pungli,” tegas Junaidi, Senin, 5 Oktober 2026.

Selain itu, Junaidi meminta Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) mengikuti dokumen perencanaan yang telah mereka sepakati.

“Seluruh P2SP harus senantiasa taat asas dan konsisten bekerja sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja, serta spesifikasi teknis yang telah direncanakan tanpa mengurangi standar kualitas,” katanya.

Menurut Junaidi, P2SP perlu menjaga kesesuaian antara pelaksanaan pekerjaan dan dokumen perencanaan. Langkah tersebut membantu sekolah menjaga mutu pembangunan.

Sekolah Jaga Transparansi Anggaran

Setelah kunjungan lapangan, tim menggelar forum konsolidasi bersama 14 SMP penerima bantuan.

Forum tersebut menjadi ruang bagi kepala sekolah dan P2SP untuk membahas perkembangan pembangunan. Mereka juga bertukar pengalaman dan membahas kendala selama pekerjaan berlangsung.

Deni Gemulya meminta sekolah menjaga transparansi dan integritas dalam mengelola anggaran bantuan pemerintah.

“Jangan sampai ada ketidaktransparanan maupun pelanggaran aturan yang dapat mencoreng nama baik dan mengganggu keberlanjutan program bantuan revitalisasi bagi Kabupaten Sumbawa di masa yang akan datang,” ujarnya.

Selanjutnya, Deni meminta sekolah menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Ia juga meminta setiap sekolah menjaga kualitas hasil pembangunan.

Melalui monitoring dan pendampingan tersebut, Kemendikdasmen bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa terus mengawal pelaksanaan revitalisasi 14 SMP.

Pemerintah berharap setiap sekolah menjaga aturan, transparansi anggaran, dan mutu pembangunan. (*)

Artikel Terkait