34 Siswa Tarano Diduga Keracunan MBG, Satgas Tunggu Hasil Uji Sampel
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Sebanyak 34 siswa di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 27 Oktober 2026. Satgas MBG Kabupaten Sumbawa kini menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Seluruh siswa yang mengalami dugaan keracunan sudah mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. Kondisi mereka juga berangsur membaik hingga petugas kesehatan memperbolehkan seluruhnya pulang ke rumah.
Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab gangguan kesehatan yang menimpa puluhan siswa tersebut. Satgas masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah ada cemaran bakteri seperti E. coli atau faktor lain yang memicu kejadian di Tarano,” ujarnya, Selasa, 3 November 2026.
Perketat Pengawasan Seluruh SPPG
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, Satgas MBG Kabupaten Sumbawa mulai memperkuat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Satgas mengumpulkan para pengelola SPPG untuk membahas kejadian di Tarano sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut juga membahas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang pengawasan penyelenggaraan program pemenuhan gizi.
Rusmayadi menjelaskan, pemerintah daerah menggunakan 14 indikator pengawasan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai acuan untuk mengevaluasi operasional SPPG.
Indikator tersebut mencakup standar kebersihan, higienitas, kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga keamanan makanan sebelum pengelola mendistribusikannya kepada siswa.
Selain itu, Satgas bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan menggunakan indikator tersebut sebagai pedoman dalam melaksanakan inspeksi terhadap SPPG.
“Kami akan menjadikan 14 indikator ini sebagai panduan utama saat melakukan inspeksi. Dengan begitu, setiap SPPG harus menjaga standar higienitas dan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di Kabupaten Sumbawa,” katanya.
Satgas juga meminta seluruh pengelola SPPG lebih disiplin menjalankan standar keamanan pangan. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap tahapan pengolahan makanan memenuhi ketentuan sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 34 siswa di Tarano. (*)




