60 Pedagang Pasar Tenten Lombok Timur Terima Bantuan Modal Rp90 Juta
Lombok Timur (NTBSatu)– Sebanyak 60 pedagang Pasar Tenten Gandor SMART, Lombok Timur, menerima bantuan modal usaha dengan total Rp90 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur, Senin, 19 Oktober 2026.
Setiap pedagang menerima bantuan sebesar Rp1,5 juta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur berharap, bantuan tersebut dapat memperkuat modal usaha, sekaligus membantu pedagang meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan, bantuan itu perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
Ia meminta, para pedagang tidak menggunakan dana tersebut untuk membayar utang.
“Dimanfaatkan dengan baik. Jika modal berkembang, jangan lupa sisihkan untuk zakat,” ujarnya, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
Sejak 2025, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program, mulai dari bantuan bagi warga sakit hingga bantuan perumahan.
Haerul mengapresiasi BAZNAS yang menjangkau pedagang pasar melalui program bantuan ekonomi.
Menurutnya, langkah tersebut membuka peluang bagi pedagang kecil untuk mendapatkan dukungan secara langsung.
“Ini adalah hal yang sangat bagus yang sama-sama kita saksikan. Tidak pernah sebelumnya masuk ke pasar-pasar, masuk ke rumah-rumah sempit,” ujarnya.
Dorong Peningkatan Kemandirian Ekonomi
Wakil Ketua II BAZNAS Lombok Timur, Hamidi menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program unggulan bidang ekonomi bertajuk Mustahik Mandiri Sejahtera.
BAZNAS menggunakan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha. Program ini juga mendorong penerima manfaat agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Alhamdulillah, pada hari ini sebanyak 60 orang pedagang yang berjualan di tempat ini mendapat bantuan dari BAZNAS Kabupaten Lombok Timur,” kata Hamidi.
Ia berharap, para pedagang dapat mengembangkan usahanya hingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Hamidi juga ingin penerima bantuan kelak memiliki kemampuan untuk menunaikan zakat dan membantu masyarakat lain.
“Sesuai dengan programnya, diharapkan yang sekarang menerima, ke depan dapat menjadi pemberi,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan ekonomi, Haerul mengingatkan pedagang agar menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Ia menemukan banyak sampah plastik menyumbat saluran air di pasar dan meminta camat bersama jajaran terkait menjaga kebersihan lingkungan pasar setiap hari.
Pemerintah daerah, katanya, juga telah menyiapkan tambahan anggaran untuk menangani persoalan sampah. (*)




