Lombok TengahPemerintahan

Pemkab Lombok Tengah Siapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah terus memperkuat program pemberdayaan perempuan hingga tingkat desa. Pemerintah bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Tengah, Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri mengatakan, pemberdayaan perempuan bertujuan untuk meningkatkan segala aspek.

“Pemberdayaan perempuan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian. Ini agar mereka memiliki peran yang semakin kuat dalam keluarga maupun kehidupan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat,” ujarnya pada Senin, 5 Oktober 2026.

IKLAN

Pernyataan tersebut mengemuka dalam Lokakarya Penguatan Sistem Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Menuju Indonesia Emas yang berlangsung di Aula Kantor Camat Batukliang Utara.

Kegiatan ini menghadirkan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah, pengurus TP PKK, pemerintah kecamatan, hingga perangkat desa.

Penguatan Kapasitas Keluarga

Pemerintah daerah menilai penguatan kapasitas perempuan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM masyarakat.

IKLAN

Perempuan yang menguasai pengetahuan dan keterampilan memadai mampu mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, mendukung pendidikan anak, serta memahami perlindungan perempuan dan anak.

Kegiatan ini menggalang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai unsur hingga tingkat akar rumput. Selain pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, lokakarya menghadirkan Tim Serikat PEKA Lombok Tengah, Tim Mentor Paralegal PEKA, Tim Mentor Ekonomi Berkeadilan, serta Fasilitator Daerah Akademi Paradigta Indonesia.

Pemerintah daerah juga mewajibkan keterlibatan seluruh perangkat desa dan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Batukliang Utara. Lingkungan desa menjadi garda terdepan dalam mendorong perempuan mendapatkan akses pendidikan, pendampingan hukum, penguatan ekonomi, serta pemahaman mengenai hak-hak perempuan.

Keberlanjutan Program Desa

Melalui sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pendamping lapangan, program pemberdayaan ini tidak berhenti pada tingkat lokakarya semata. Para peserta yang telah memperoleh pelatihan wajib meneruskan pengetahuan tersebut kepada perempuan lain di lingkungan RT dan desa masing-masing.

Pemkab Lombok Tengah menargetkan pembentukan kader perempuan yang mandiri dan berdaya saing. Ketahanan keluarga yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan anak dan produktivitas lingkungan sosial di tingkat desa.

Langkah strategis pembinaan dari tingkat keluarga dan desa ini menjadi fondasi utama Pemkab Lombok Tengah dalam melahirkan generasi penerus yang unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Artikel Terkait