Jennifer Duffee dari American Racing Takjub Lihat Kawanan Sapi di Kuta Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Kehadiran para personel tim balap dunia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, kembali menghadirkan cerita unik di luar lintasan balap.
Tim American Racing, Jennifer Duffee, merekam momen yang membuatnya terkesima saat rombongan sapi warga melintas santai di jalan raya Kuta Mandalika.
“Hi, Oh ya Tuhan,” katanya sambil berteriak, mengutip Instagram @jennifer_duffee pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Kehadiran Ternak Menghentikan Lalu Lintas
Video berdurasi 15 detik yang Jennifer rekam dari atas sepeda motor memperlihatkan kawanan sapi lokal melintas di jalan aspal kawasan Kuta Mandalika. Momen tersebut terjadi di tengah hiruk-pikuk persiapan jelang gelaran balap internasional di Sirkuit Mandalika.
Dalam rekaman tersebut, Jennifer juga merekam pemandangan unik bagi warga asing ketika beberapa ekor induk sapi beserta anak-anaknya menyeberang jalan. Kehadiran kawanan ternak itu menghentikan arus lalu lintas kendaraan roda dua serta sebuah truk pendingin yang melintas di lokasi.
“Lihatlah, oh ya Tuhan. Itu ada satu yang kecil,” ujarnya sambil menunjukkan kawanan Sapi.
Di satu sisi, kawasan ini memiliki sirkuit megah tempat para pembalap kelas dunia beradu kecepatan. Di sisi lain, aktivitas kehidupan tradisional masyarakat lokal Lombok tetap berlangsung alami di sekitar lingkungan paddock.
Respons Unik Kru Balap Dunia
Bagi kru dan staf tim balap internasional yang terbiasa dengan lingkungan kompetisi berkecepatan tinggi, pemandangan ternak warga yang berkeliaran di jalan umum menjadi daya tarik tersendiri. Momen interaksi tak sengaja antara rutinitas warga lokal dan tim balap dunia ini langsung mencuri perhatian warganet di media sosial.
“Lihat, lihat ke sapi kecil yang lari. Oh ya Tuhan,” tuturnya antusias sembari mengarahkan kameranya ke arah anak sapi yang berlari kecil menyeberang jalan.
Unggahan video tersebut langsung menjadi salah satu potret keunikan dari gelaran balap internasional di Lombok. Kehadiran ajang balap tingkat dunia tidak menghilangkan karakter lokal kawasan Mandalika, tempat kehidupan harian warga pedesaan dan fasilitas olahraga modern saling berdampingan. (*)




