BIZAM Salurkan Bantuan Gizi untuk Balita dan Ibu Hamil
Mataram (NTBSatu) – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) memperkuat komitmen peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pangan Berdaya 2026.
Program ini menyasar balita serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis di Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini sesuai penyampaian dari General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian.
“Melalui Program Pangan Berdaya, kami berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi balita dan ibu hamil. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 29 Oktober 2026.
Sinergi Bersama Fasilitas Kesehatan
Pelaksanaan program berlangsung di tiga fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Penujak, Puskesmas Sengkol, dan Puskesmas Batujai. Rangkaian kegiatan mencakup edukasi gizi bagi orang tua dan pengasuh, penimbangan serta pengukuran status gizi balita, pemberian makanan tambahan, hingga penyaluran susu bagi balita dan ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis.
Manajemen bandara menggandeng petugas kesehatan setempat untuk memastikan ketepatan sasaran dan efektivitas intervensi. Selanjutnya, penyerahan dukungan program secara simbolis terlaksana di Puskesmas Batujai pada Agustus lalu.
Rangkaian kegiatan ini berjalan secara bertahap hingga November 2026. Total anggaran program mencapai Rp151 juta.
Dana tersebut membiayai penyaluran bantuan dan kegiatan edukasi yang menjangkau 325 balita serta 103 ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis di wilayah operasional sekitar bandara.
Komitmen Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
BIZAM menempatkan aspek kesehatan masyarakat sebagai salah satu pilar penting dalam program keberlanjutan perusahaan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka masalah gizi di daerah.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendorong upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui inisiatif ini, manajemen bandara berupaya menghadirkan dampak nyata bagi warga sekitar. Kehadiran fasilitas kebandarudaraan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi dan katalisator pariwisata, tetapi juga turut serta mendorong kesejahteraan sosial masyarakat NTB. (*)




