PemerintahanSumbawa Barat

Sumbawa Barat Proyeksikan Meraran Jadi Sentra Kolam Modern

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat tengah menyiapkan langkah strategis memperkuat kemandirian pangan sektor perikanan darat.

Pemerintah daerah memproyeksikan kawasan Meraran sebagai sentra produksi perikanan air tawar berbasis teknologi kolam modern.

Langkah ini diambil untuk menjawab arahan langsung Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., yang membutuhkan kawasan sentra produksi perikanan air tawar minimal seluas 2 hektar di wilayah KSB.

IKLAN

Kepala Dinas Perikanan Sumbawa Barat, Agus Purnawan, S.Pi., M.M. mengungkapkan, pengembangan kawasan Meraran merupakan bagian integral dari pelaksanaan Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa Klaster Perikanan. 

Pemerintah menilai kawasan di area belakang tower Meraran tersebut memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat budidaya modern.

“Bupati bertanya kepada saya, di mana bisa menemukan sentra produksi perikanan 2 hektar saja untuk air tawar. Kawasan Meraran ini akan kita wujudkan menjadi sentra produksi yang beliau inginkan,” ujarnya kamis, 24 September 2026. 

IKLAN

Teknologi Tematik untuk Tekan Risiko

Guna mengantisipasi risiko teknis dalam budidaya air tawar di kawasan tersebut, Dinas Perikanan akan menerapkan pendekatan teknologi tematik modern. Langkah ini diambil guna memastikan produktivitas kolam tetap tinggi dan meminimalisasi potensi kegagalan panen.

Pihak pengelola akan menerapkan teknologi budidaya yang mencakup penggunaan kolam terpal, sistem bioflok, kolam bundar, hingga Recirculating Aquaculture System (RAS) atau sistem re-sirkulasi air mengalir.

“Untuk mengembangkan Meraran yang secara teknis memiliki tantangan tersendiri, kita butuh sentuhan teknologi. Mulai dari kolam terpal, bioflok, hingga sistem re-sirkulasi air mengalir. Kawasan Meraran ini akan menjadi pusat konsentrasi kolam modern,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Pemkab Sumbawa Barat mulai merealisasikan pilot project pada tahun 2026 ini dengan membangun 3 unit kolam percontohan di Meraran. 

Pelaksana program melanjutkan peluncuran Program Kluster Perikanan yang sebelumnya digelar saat lomba masak ikan di Gedung Hanipati. Pihak penyelenggara nantinya akan terus memperluas dan mengembangkan kawasan sentra ini pada tahun mendatang.

Kurangi Ketergantungan

Pengembangan sentra kolam modern Meraran ini mendesak untuk dilakukan mengingat tingginya angka konsumsi ikan di Kabupaten Sumbawa Barat. Saat ini, angka konsumsi ikan masyarakat KSB tercatat mencapai 41,77 persen, tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, tingginya tingkat konsumsi tersebut belum sebanding dengan pasokan lokal. Setiap tahunnya, KSB masih harus mendatangkan lebih dari 1.200 ton ikan es dari luar daerah. 

Hadirnya sentra kolam modern di Meraran memungkinkan pembudidaya lokal memenuhi pasokan ikan segar secara mandiri, sehingga masyarakat dapat menjaga perputaran uang dan ekonomi di daerah.

Dalam pelaksanaan program ini, Dinas Perikanan menegaskan tidak menerapkan skema pembagian bantuan secara merata, melainkan fokus dan terarah. Program ini memfokuskan sasaran kepada para pembudidaya yang memiliki komitmen kuat dan terbukti konsisten melakukan kegiatan budidaya secara mandiri.

“Kita tidak membagi program ini secara merata ke semua pembudidaya karena akan sulit mengontrol keberhasilannya. Kita sasar pembudidaya yang betul-betul konsisten dan berkomitmen agar program ini betul-betul berhasil,” tegasnya.

Pemerintah daerah optimistis, hadirnya Sentra Kolam Modern Meraran tidak hanya akan mencukupi kebutuhan gizi dan konsumsi ikan masyarakat KSB, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi para pembudidaya lokal. (*) 

Artikel Terkait