Perputaran Uang Karnaval Budaya KSB Capai Rp2 Miliar
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Di balik kemeriahan parade busana adat, gelaran Karnaval Budaya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) KSB mencatat perputaran uang selama agenda tahunan peringatan Harlah ke-23 KSB tersebut menembus angka Rp2 miliar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda KSB, Hj. Kusnarti, S.Pd., M.M.Inov., mengonfirmasi bahwa setiap kegiatan yang digelar pemerintah daerah selalu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian warga.
“Ini momentum. Setiap kegiatan Pemda Sumbawa Barat sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Terlihat dari perputaran uang karnaval yang mencapai Rp2 miliar,” ujar Kusnarti, Selasa, 20 Oktober 2026.
Khusus pada hari kedua pelaksanaan Karnaval Budaya tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) pada Selasa, 20 Oktober 2026, sebanyak 106 kontingen dengan kisaran 3.000 siswa turut ambil bagian.
Secara swadaya, para orang tua peserta mengeluarkan biaya pengadaan properti seperti sewa busana adat, aksesoris, hingga jasa tata rias sebesar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per anak.
Perhitungan kasar menunjukkan perputaran uang dari sektor properti dan rias peserta tingkat SD saja sudah menyentuh angka Rp450 juta hingga Rp600 juta.
Aliran dana fantastis tersebut langsung mengalir ke kantong para pelaku usaha lokal, mulai dari penjahit, penyewaan baju adat, salon rias, toko kain, hingga perajin aksesoris di Taliwang.
Dongkrak Omzet PKL
Geliat ekonomi terasa makin deras sepanjang rute parade, terutama kawasan Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) hingga Alun-alun Kota Taliwang.
Uang belanja ribuan penonton, orang tua pendamping, serta peserta untuk membeli makanan, minuman, hingga jajanan pasar menembus estimasi Rp500 juta.
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang rute pawai mengaku mengalami lonjakan omzet penjualan. Pendapatan mereka meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan hari biasa.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menekankan perayaan Harlah KSB merancang penguatan jati diri daerah. Sekaligus menjadi lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan menuju Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. (*)




