Kota MataramPariwisata

Kejar Target 300 Ribu Wisatawan Ditengah Efisiensi Anggaran

Mataram (NTBSatu) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram optimistis mencapai target 300 ribu kunjungan wisatawan hingga akhir 2026. Angka ini merujuk keberhasilan realisasi target serupa pada 2025 lalu.

Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan komitmennya merawat pergerakan wisatawan lokal lewat perbanyak festival di ruang publik.

“Target ini realistis dan optimistis tercapai, berkaca kesuksesan realisasi 2025 lalu,” ujar Cahya, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran memicu penyesuaian rekap data kunjungan menjadi setahun sekali. Meski begitu, aktivitas pariwisata tetap berkembang melalui optimalisasi ruang publik seperti Kota Tua Ampenan, Teras Udayana, dan Taman Loang Baloq.

“Kami optimistis target tercapai. Kami tidak menaikkan target terlalu tinggi mengingat efisiensi dan kondisi kunjungan domestik,” tambahnya.

DPRD Minta Jeli Gaet Pendanaan Swasta dan Asing

Langkah Dinas Pariwisata mengejar target pariwisata mendapat tanggapan dari legislatif. Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, mengingatkan agar pemerintah daerah tidak serta-merta bergantung pada APBD, melainkan jeli menangkap peluang.

“Potensi pariwisata dan ruang publik kita sangat besar. Di tengah efisiensi, kita harus jeli memanfaatkannya dan tidak boleh menyerah,” tegas Irawan.

Irawan mendorong Dinas Pariwisata membidik pendanaan pihak ketiga untuk menyokong agenda pariwisata daerah, mulai dari sponsor swasta hingga investor asing.

“Pemerintah daerah perlu aktif berkolaborasi. Kita bisa bidik pendanaan pihak ketiga dari swasta maupun asing. Kemitraan yang kuat membuat festival tetap meriah, UMKM berdaya, dan target tercapai tanpa membebani APBD,” jelasnya.

Dua Festival Budaya Andalan November 2026

Sebagai bentuk efisiensi berorientasi hasil, Dinas Pariwisata Kota Mataram menyiapkan dua festival besar sepanjang November 2026. Rangkaian acara ini menyerap 3.000 hingga 5.000 pengunjung.

Ada Festival Gendang Beleq (14 November 2026). Berlangsung di Teras Udayana pukul 16.00 Wita sebagai pembuka agenda seni sekaligus upaya menjaga kelestarian tradisi Sasak.

Dan Festival Kota Tua Ampenan (16–21 November 2026). Acara ini berlangsung selama enam hari mengusung konsep tempo dulu. Pengunjung dan peserta diajak mengenakan busana klasik seperti kebaya, kain tradisional, hingga pakaian bernuansa zaman Belanda. (*)

Artikel Terkait